Sugiono Fokus pada 4 Klaster Prioritas: Pendidikan, Kesehatan, Bencana, dan Kemiskinan

Jakarta – Sugiono telah resmi mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggantikan Pratikno. Usai dilantik, Sugiono langsung memaparkan empat klaster prioritas yang akan menjadi fokus utamanya dalam memimpin kementerian tersebut.

Serah terima jabatan dilaksanakan di Ruang Heritage, Kemenko PMK, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/10/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Menko PM Muhaimin Iskandar, Menag Nasarudin Umar, dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Dalam sambutannya, Sugiono menyatakan bahwa amanah ini sangat besar karena menyangkut berbagai program yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia juga mengungkapkan rasa hormatnya atas kepercayaan yang diberikan untuk mengisi posisi yang sebelumnya dijabat oleh Pratikno.

Sugiono menekankan bahwa program prioritas ini sejalan dengan upaya Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan transformasi besar bagi bangsa Indonesia, salah satunya adalah pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

“Dan inilah yang menjadi tugas kita ke depan, memastikan agenda-agenda tersebut dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran. Dan di antara agenda-agenda tersebut, saya bagi menjadi beberapa klaster,” ujar Sugiono.

Klaster pertama yang menjadi prioritas adalah pendidikan. Menurut Sugiono, pendidikan merupakan pilar utama dalam rangka membangun manusia Indonesia yang unggul.

Selanjutnya, klaster kedua adalah bidang kesehatan. Ia menilai kesehatan sebagai faktor yang sangat penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Klaster ketiga berfokus pada ketahanan bencana. Mengingat Indonesia berada di cincin api, Sugiono menekankan pentingnya kesiapan dalam menghadapi bencana. “Sehingga yang harus kita siapkan adalah bagaimana kita membangun ketahanan bencana ini. Karena kita tidak punya pilihan lain selain hidup dan mampu agar kita bisa mengantisipasi dan siap menghadapi bencana apa pun yang menimpa tanah air kita,” jelasnya.

Terakhir, klaster keempat adalah penanganan kemiskinan. Sugiono berharap program-program yang dijalankan dapat memutus rantai kemiskinan dan memenuhi prasyarat untuk menciptakan manusia Indonesia yang unggul. Ia menambahkan bahwa intervensi pemerintah harus diprioritaskan pada kelompok rentan seperti fakir miskin, yatim, keluarga tidak mampu, penyandang disabilitas, lansia, serta ibu hamil, menyusui, dan balita.

Tinggalkan komentar