Siswa SD di Pemalang Tewas Akibat Perundungan, Kepala Sekolah Dicopot

PEMALANG – Kepala Sekolah SDN 01 Kebondalem, Pemalang, Erning Rustini, telah dinonaktifkan dari jabatannya menyusul kasus perundungan yang berujung pada kematian seorang siswa kelas 2 di sekolah tersebut. Peristiwa tragis ini diduga melibatkan dua siswa yang merupakan kakak kelas korban.

Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, mengonfirmasi penonaktifan tersebut sejak Selasa (6 Oktober 2026). Keputusan ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban atas insiden yang terjadi di lingkungan sekolah. “Kita akan tindak tegas. Itu sebagai bentuk pertanggungjawaban dan menjaga integritas khususnya pada dunia kependidikan,” ujar Nurkholes, Rabu (7/10/2026).

Nurkholes menegaskan bahwa tindakan ini merupakan sanksi atas indisipliner dan upaya pencegahan perundungan di sekolah. “Ya tindakan indisipliner, dan upaya pencegahan terjadinya bullying, dan ini akan berlaku sama bagi siapapun karena kita tidak mentolerir bullying apalagi di sekolah,” tambahnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Plt Dindikbud) Kabupaten Pemalang, Ismun Hadiyo, juga membenarkan pencopotan Kepala SDN 01 Kebondalem. “Nggih (iya),” kata Ismun singkat saat dihubungi.

Sebelumnya diberitakan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pemalang mengungkapkan bahwa dua anak yang merupakan kakak kelas diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap siswa kelas 2 SD tersebut. Insiden ini terjadi pada Sabtu (12 September) sekitar pukul 09.00 WIB, saat jam istirahat sekolah.

Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sembilan hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Namun, kondisinya terus memburuk hingga ia tidak dapat berjalan lagi akibat keluhan sakit di sekujur tubuhnya. Tiga hari setelah tiba di rumah, kondisi korban kembali menurun drastis. Pada Rabu (30 September), saat keluarga berencana membawanya kembali ke rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.

Tinggalkan komentar