DENPASAR – Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi meninjau langsung Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar, Bali. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja balai serta menjajaki potensi pengembangan fasilitasnya di masa depan.
Setibanya di Seminyak, Badung, pada Selasa (6/10), Viva Yoga disambut oleh Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi Muhammad Qufal Umaternate, Kepala BPPMT Efi Surmaliningsih, beserta jajaran pegawai. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai rencana pengembangan gedung balai yang telah berdiri sejak 1985.
Gedung dan kompleks balai dinilai perlu diperbarui agar selaras dengan perkembangan zaman serta lingkungan sekitar. Mengingat lokasinya yang berada di kawasan wisata internasional yang sering dikunjungi turis domestik maupun mancanegara, muncul gagasan untuk mengubah balai transmigrasi ini menjadi sebuah etalase global. Rencana ini mencakup penambahan fasilitas pendukung agar balai dapat menampilkan program transmigrasi secara lebih luas.
Meskipun akan dikembangkan menjadi kawasan yang lebih modern dan terbuka, fungsi utamanya sebagai pusat pelatihan, penelitian, dan demplot ketransmigrasian akan tetap dipertahankan. Pengembangan gedung ini direncanakan akan dilaksanakan secara bertahap.
Menanggapi rencana tersebut, Viva Yoga Mauladi memberikan dukungan penuh. “Rencana yang bagus dan Kita dukung,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Rabu (7/10/2026).
Balai Transmigrasi Denpasar, bersama dengan balai di Pekanbaru, Banjarmasin, dan Yogyakarta, memegang peranan strategis dalam program transmigrasi. Balai ini terbukti masih mampu menjalankan fungsinya dengan baik, terlihat dari masih adanya minat warga Bali untuk mengikuti program transmigrasi, termasuk dari daerah Gianyar dan Buleleng.
“Kita memberangkatkan transmigran dari Bali terakhir di tahun 2019,” ungkap Viva Yoga. Ia menambahkan bahwa Bali secara historis merupakan salah satu pulau di luar Jawa yang konsisten menyumbangkan banyak transmigran ke berbagai kawasan, seperti Lampung, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Viva Yoga memuji kegigihan dan ketelitian transmigran asal Bali yang membuatnya banyak meraih kesuksesan. Ia mencontohkan keberhasilan transmigran Bali di Lampung yang kini banyak yang menjadi pengusaha sukses maupun pejabat daerah.
Melihat berbagai kesuksesan tersebut, Viva Yoga menegaskan kembali dukungannya untuk menjadikan Balai Transmigrasi Denpasar sebagai etalase global. “Kita tunjukan kepada dunia, program transmigrasi sukses mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Viva Yoga menekankan bahwa kawasan transmigrasi tidak hanya terpaku pada sektor pertanian dan perkebunan, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata. “Di Labuan Bajo ada kawasan transmigrasi yang berada di kawasan wisata,” pungkasnya.