JAKARTA – Perkara renovasi rumah yang memicu cekcok antara dua pria di Cakung Timur, Jakarta Timur, berujung tragis. Insiden tersebut melibatkan mantan anggota Kopassus, Muhammad Fahrul, yang menjadi korban pembacokan, dan tetangganya, Jef Budiharto, yang diduga sebagai pelaku.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (21/10) sore itu mengakibatkan keduanya harus dilarikan ke rumah sakit. Muhammad Fahrul mengalami luka bacok di bagian kepala, sementara Jef Budiharto juga terluka akibat perlawanan balik dari korban.
Kapolsek Cakung Kompol Andre Tri Putra menjelaskan bahwa cekcok bermula ketika istri pelaku menegur tukang bangunan yang sedang merenovasi rumah korban. Istri pelaku meminta pekerjaan dihentikan karena dianggap mengganggu.
“Mungkin tetangga ini terganggu,” ujar Kompol Andre menirukan kemungkinan alasan istri pelaku.
Namun, korban Muhammad Fahrul meminta agar proses renovasi rumahnya dilanjutkan. Tak lama kemudian, pelaku Jef Budiharto datang dan terlibat adu mulut dengan korban. Situasi memanas ketika korban kembali menyuruh mandor tukang untuk melanjutkan pekerjaannya.
“Korban menyuruh mandor tukang untuk melanjutkan pekerjaannya, tiba-tiba pelaku datang sehingga terjadi cekcok mulut dengan korban,” jelas Kompol Andre.
Adu mulut tersebut tak terbendung dan berujung pada aksi pembacokan. Pelaku dilaporkan mengayunkan senjata tajam ke arah korban. Pada percobaan pertama, bacokan tersebut meleset, namun pada percobaan kedua, senjata tersebut mengenai kepala kanan korban.
Tidak tinggal diam, korban yang terluka melakukan perlawanan balik dengan membanting pelaku ke lantai. Akibatnya, pelaku Jef Budiharto juga mengalami luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Saat ini, pelaku Jef Budiharto masih dalam perawatan dan belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. “Pelaku masih belum bisa kita ambil keterangannya karena masih dalam perawatan di RS,” kata Kompol Andre.
Meskipun terlibat dalam aksi pembacokan, status pelaku saat ini masih sebagai saksi. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk mengumpulkan bukti dan keterangan lebih lanjut terkait insiden tersebut. “Sementara masih berstatus saksi. Masih dalam perawatan di rumah sakit,” pungkas Kompol Andre.