Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, secara resmi membuka Semarang Heritage Night Run (SHNR) 2026 yang diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta. Untuk pertama kalinya, ajang lari sejauh lima kilometer ini diselenggarakan pada malam hari, menawarkan pengalaman unik yang memadukan aktivitas olahraga dengan penjelajahan wisata sejarah.
Peserta yang hadir berasal dari beragam latar belakang, mencakup masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga komunitas lari. Melalui kegiatan ini, para pelari diajak untuk lebih mengenal kekayaan sejarah dan budaya Kota Semarang sembari menikmati suasana kawasan heritage yang ikonik di bawah cahaya malam.
“Biasanya kalau lari itu pagi hari. Hari ini kita membuat sebuah tahapan baru. Kita lari menyusuri berbagai macam jalur heritage di malam hari. Nanti di samping kanan kiri, teman-teman pelari akan dihibur oleh berbagai macam pelaku seni di Kota Semarang,” ujar Agustina dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).
Dengan mengusung tema ‘Bergerak Hebat, Menyusuri Harmoni Kota’, SHNR yang dilaksanakan pada Sabtu (10/10) malam itu menempuh rute sepanjang lima kilometer. Titik start dan finish berlokasi di Metro Point, kawasan Kota Lama. Rute ini membawa peserta melintasi sejumlah ruas jalan penting, termasuk Jalan Letjen Suprapto, Jalan Pemuda, kawasan Kauman, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jalan Wotgandul Barat, Jalan MT Haryono, hingga kawasan Bubakan.
Pengalaman berlari semakin terasa istimewa dengan adanya lima zona cheering point tematik yang disiapkan panitia. Zona-zona tersebut meliputi Semarang Tempo Doeloe, Hindia Belanda, Pecinan Semarang, Harmoni Budaya Jawa, dan Harmoni Budaya Arab. Setiap zona dirancang untuk menampilkan beragam sisi sejarah dan budaya Kota Semarang yang kaya di sepanjang lintasan lari.
Agustina menjelaskan bahwa kekayaan heritage Kota Semarang tidak hanya tercermin dari bangunan-bangunan bersejarahnya, tetapi juga dari kehidupan masyarakat dan keberagaman budaya yang tumbuh subur di dalamnya. Ia menekankan bahwa melalui kegiatan seperti SHNR, peserta dapat memperoleh pemahaman mendalam tentang kota ini melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan para pelaku seni yang hadir di sepanjang rute.
Setelah acara pelepasan peserta, Wali Kota Agustina menyempatkan diri untuk berkeliling kawasan Pecinan dan Pasar Semawis. Dalam kunjungannya, ia berinteraksi langsung dengan warga dan mengunjungi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang aktif berbisnis di area tersebut. Kunjungan ini juga menjadi bukti nyata keterhubungan antara sektor pariwisata dengan aktivitas ekonomi dan kuliner di kawasan Pecinan.
Penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat memperluas jangkauan kunjungan ke kawasan heritage Semarang dan secara signifikan menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat. Dengan memadukan elemen olahraga, seni, sejarah, dan kuliner, Semarang Heritage Night Run hadir sebagai salah satu strategi efektif untuk memperkenalkan Kota Semarang melalui sebuah pengalaman yang melibatkan partisipasi aktif dari peserta maupun warga di sepanjang rute.
Sebagai apresiasi lebih lanjut, panitia juga menyediakan beragam hadiah menarik bagi para peserta yang beruntung, termasuk hadiah utama berupa sepeda motor dan paket ibadah umrah.