JAKARTA – Sebuah senjata berbiaya rendah namun sangat efektif mampu membuat gentar tank dan helikopter musuh. Senjata yang dimaksud adalah RPG-7, sebuah peluncur granat berpeluncur roket anti-tank yang pertama kali diadopsi oleh Angkatan Bersenjata Uni Soviet pada tahun 1961.
Senjata ini, yang dilengkapi mekanisme pemandu dan kontrol, menggunakan hulu ledak high-explosive PG-7V. Keampuhannya dalam menghadapi kekuatan lapis baja dan udara membuat RPG-7 ditakuti oleh musuh-musuh Uni Soviet pada masanya.
Desain RPG-7 dinilai sangat efektif dan efisien dari segi biaya produksi. Fleksibilitas desainnya memungkinkan penggantian atau penyempurnaan komponen untuk menghasilkan karakteristik tempur yang terus relevan. Hal ini membuat struktur utamanya tidak memerlukan banyak perubahan signifikan meskipun telah digunakan oleh berbagai angkatan bersenjata di seluruh dunia.
Pengembangan senjata ini terus berlanjut dengan munculnya model RPG-7D pada tahun 1963. Model ini dirancang khusus untuk pasukan payung (airborne) dan memiliki tabung peluncur dua bagian yang memudahkan pembongkaran dan pemasangan.
Keberhasilan RPG-7 bahkan mendorong pesaing Soviet selama Perang Dingin, Amerika Serikat, untuk mengembangkan versinya sendiri yang dikenal sebagai Airtronic RPG-7. Pengembangan versi Amerika ini dimulai sejak 2009, mengintegrasikan penggunaan bahan plastik, gagang ergonomis baru, serta rel standar untuk pemasangan perangkat tambahan.
Selain itu, hadir pula varian Mk 777 yang menawarkan bobot sangat ringan, hanya sekitar 3,5 kg. Keunggulan berat ini dicapai berkat penggunaan tabung komposit serat kaca (fiberglass) yang dilapisi baja.
Amunisi untuk RPG-7 juga terus mengalami pembaruan berkala. Upaya ini difokuskan pada peningkatan kemampuan penetrasi lapisan baja (armor penetration) sambil secara simultan mengurangi ukuran dan bobot amunisi agar lebih mudah dibawa dan digunakan.