Semarang – Singgih Gunarsa, ayah dari Mozza Axillia Gunarsa (17), yang tewas terbunuh, turut hadir dalam rekonstruksi kasus pembunuhan putrinya. Dalam momen tersebut, Singgih tidak dapat menahan emosinya dan sempat meluapkan kekesalannya kepada tersangka, Mahendra Very Dwi Anggara (22).
Pantauan di lokasi reka ulang pertama, kos tersangka di Candisari, Semarang, pada Rabu (7/1/2026) pagi, insiden emosional terjadi ketika Very baru saja diturunkan dari mobil penyidik. Singgih sempat memukul tersangka sebelum akhirnya dilerai oleh petugas kepolisian.
“Pasti lah (emosi), njenengan kalau jadi orang tua, di sekolah pun kalau anak kita seperti itu, sakit kan. Baru ini (bertemu Very), baru kali ini,” ujar Singgih dengan suara tertahan tangis saat ditemui di lokasi reka ulang kedua di Jangli, Tembalang, Semarang, tempat jenazah Mozza dibuang.
Singgih menilai jalannya rekonstruksi kasus pembunuhan putrinya tersebut sangat detail, meskipun kejadiannya telah berlalu setahun. Ia menduga bahwa pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya. “Kita lihat dari awal waktu di kos-kosan tersebut semuanya bisa dipraktikkan dengan sangat detail. Dia masih ingat semua, sampai kejadian di sini pun masih ingat semua selama satu tahun. Jadi pendapat kami sepertinya sudah direncanakan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Singgih menyampaikan harapannya agar Very mendapatkan hukuman yang berat. Ia mengaku masih akan menunggu proses hukum yang akan dijalani di pengadilan nantinya. “Kami berharap rekonstruksi ini membuat hukumannya menjadi lebih berat dan tujuannya bisa membuat kami agak sedikit percaya kepada pelindung masyarakat, polisi, kejaksaan. Nanti kita tunggu dari pengadilan juga,” tuturnya.