Pramono Anung Tegaskan Dukungan untuk Anak Disabilitas di SPEKIX 2026

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan pesan penuh haru dan dukungan kepada anak-anak penyandang disabilitas serta keluarga mereka dalam acara Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026). Suaranya sempat bergetar saat menegaskan bahwa mereka tidak berjuang sendirian.

Pramono memberikan apresiasi tinggi kepada Penggagas SPEKIX, Sri Hartati atau yang akrab disapa Doti, beserta rekan-rekannya atas perjuangan selama tujuh tahun dalam mendukung anak-anak berkebutuhan khusus. “Saya memberikan apresiasi atas perjuangan panjang Mbak Doti dan teman-teman dari tujuh tahun awal,” kata Pramono.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki semangat yang sama dalam memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi anak-anak penyandang disabilitas. “Jadi Mbak Doti dan Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian, Mbak Doti enggak sendirian. Kalau selama tujuh tahun sendirian, sekarang Mbak Doti enggak sendirian. Kami sungguh-sungguh untuk itu,” ujarnya, menandakan komitmen penuh pemerintah.

Menurut Pramono, anak-anak penyandang disabilitas perlu diberi kesempatan untuk menampilkan kemampuan mereka. Kesempatan ini, lanjutnya, dapat menjadi sumber kebanggaan bagi orang tua, keluarga, hingga daerah. Ia mencontohkan keberhasilan Pemprov DKI memberangkatkan 120 anak berkebutuhan khusus untuk mengikuti olimpiade di Kupang, yang juga melibatkan orang tua dan pendamping.

“Pesan saya hanya satu. Anak-anak ini, berilah kesempatan untuk menampilkan apa pun itu dan memberikan kebanggaan bagi orang tua, bagi keluarga, dan tentunya bagi Jakarta, apa pun itu,” tutur Pramono.

Gubernur Anung juga berbagi pengalaman pribadinya saat bertemu Zidan, seorang penyandang disabilitas yang mencari pekerjaan di kegiatan bursa kerja khusus disabilitas di Jakarta. Zidan menunjukkan kemampuannya dalam membuat desain, yang kemudian diuji oleh Direktur Utama Transjakarta atas permintaan Pramono.

Kini, Zidan telah bekerja di Transjakarta dan berkontribusi dalam pembuatan desain, termasuk materi iklan. Pengalaman ini, ujar Pramono, membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang dapat dikembangkan jika diberi kesempatan yang adil. Ia menekankan bahwa pembangunan kota tidak hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang perhatian dan pemberdayaan masyarakat.

“Yang paling penting bagi saya adalah kita harus memberikan ruang. Selain kasih sayang diberikan, adalah memberikan kepercayaan kepada anak-anak ini,” tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung pemenuhan hak anak penyandang disabilitas melalui peningkatan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan transportasi publik yang lebih ramah disabilitas. Menjelang akhir sambutannya, Pramono kembali mengungkapkan rasa terima kasihnya atas undangan SPEKIX 2026 dengan suara bergetar sambil menyeka mata, menegaskan kembali pesannya bahwa anak-anak disabilitas tidak sendirian.

Tinggalkan komentar