20.890 Penyandang Disabilitas di Jakarta Terima KPDJ, Pemprov DKI Berikan Beragam Dukungan

Sebanyak 20.890 penyandang disabilitas di Jakarta telah menerima Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ). Kartu ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk para penyandang disabilitas.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa KPDJ saat ini telah diberikan kepada 20.890 penerima. “Secara khusus pemerintah DKI Jakarta juga mengeluarkan apa yang disebut dengan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta atau yang disebut dengan KPDJ. Penerimanya sekarang ini 20.890 anak, orang, pada saat ini,” ujar Pramono saat memberikan sambutan dalam pembukaan Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026).

Selain bantuan melalui KPDJ, Pemprov DKI juga berupaya menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung pemenuhan hak penyandang disabilitas. Dukungan tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, hingga akses transportasi publik.

Di sektor pendidikan, Jakarta memiliki 88 sekolah luar biasa (SLB), yang terdiri atas 13 SLB negeri dan 75 SLB swasta. Pemprov DKI juga melanjutkan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi keluarga tidak mampu serta Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk membantu pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Pramono juga menyampaikan rencana program LPDP Jakarta yang ditargetkan mulai berjalan tahun depan. Ia membuka peluang agar anak penyandang disabilitas dapat memperoleh fasilitas beasiswa untuk melanjutkan pendidikan, termasuk ke luar negeri.

Dalam bidang kesehatan, Pemprov DKI telah menyediakan 44 puskesmas, 31 rumah sakit, dan 292 puskesmas pembantu yang diklaim telah ramah disabilitas. Selain itu, terdapat 584 personel Pasukan Putih yang memberikan pelayanan kesehatan dari kampung ke kampung, terutama bagi lanjut usia, penyandang disabilitas, dan anak-anak berkebutuhan khusus.

Di sektor transportasi, Pemprov DKI terus mendorong penyediaan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyediaan bus sekolah khusus disabilitas serta fasilitas aksesibilitas di sejumlah titik transportasi publik.

Pramono menekankan bahwa upaya membangun Jakarta tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan. “Jakarta itu bukan semata-mata membangun gedung-gedung yang tinggi, fasilitas yang luar biasa, tetapi sentuhan-sentuhan yang seperti inilah yang membuat menurut saya Jakarta lebih nyaman, aman, dan kalbu,” tuturnya.

Ia menegaskan pentingnya memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada penyandang disabilitas agar mereka dapat mengembangkan potensi serta berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. “Yang paling penting bagi saya adalah kita harus memberikan ruang. Selain kasih sayang diberikan, adalah memberikan kepercayaan kepada anak-anak ini,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar