Prabowo Tunjuk Dua Wamenhan Baru dengan Tugas Berbeda

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik dua Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) baru, yaitu Marsekal Yusuf Jauhari dan Jenderal Richard Taruli Horja Tampubolon. Keduanya ditugaskan dengan fokus yang berbeda untuk membantu Menteri Pertahanan.

Jenderal Richard Tampubolon menjelaskan bahwa pembagian tugas atau deskripsi pekerjaan telah ditetapkan. Ia akan fokus pada doktrin dan pengembangan kekuatan pertahanan sebagai Wamenhan 1, sementara Marsekal Yusuf Jauhari akan menangani industri dan logistik pertahanan sebagai Wamenhan 2. Meskipun memiliki bidang masing-masing, keduanya akan bekerja sama dan bersinergi dalam menjalankan tugas.

“Intinya kalau di Wamenhan 1 itu bagaimana strategi, doktrin dan pengembangan kekuatan pertahanan. Beliau industri dan logistik pertahanan. Tapi ini tetap berkolaborasi, kita bekerja sama membantu tugas-tugas Bapak Menteri Pertahanan,” ujar Richard.

Sementara itu, Marsekal Yusuf Jauhari menyoroti pesatnya pertumbuhan industri pertahanan di era kepemimpinan Prabowo. Ia mendorong agar seluruh industri pertahanan dapat berkontribusi dalam memperkuat Tentara Nasional Indonesia (TNI). Harapannya, penguatan ini tidak hanya meningkatkan kekuatan militer, tetapi juga menggerakkan ekonomi nasional melalui transfer teknologi dan pemanfaatan teknologi untuk kepentingan lain.

“Dan itu harapannya tidak hanya kekuatan TNI, tapi bagaimana ekonomi juga bergerak. Demikian juga teknologi transfer maupun pemanfaat teknologi baik secara pertahanan maupun berkolaborasi dengan kepentingan yang lain,” ucap Yusuf.

Yusuf menambahkan bahwa kolaborasi dengan kementerian lain, seperti dalam pemadam kebakaran, dapat memastikan manfaat dari tugas-tugas yang diterima, bahkan untuk kepentingan non-pertahanan. Untuk menghindari embargo alat utama sistem persenjataan (alutsista) di tengah ketegangan geopolitik global, ia menilai diversifikasi produk dari berbagai pabrik dan negara menjadi opsi penting.

“Dengan begitu kita juga berusaha mandiri dan tidak bergantung dengan satu negara. Dengan, ya memang kompleksitas manajemen logistik menjadi ada. Tetapi kita mendorong juga industri pertahanan kita untuk berpartisipasi menopang supaya kekuatan ini terus terwujud. Sehingga tidak hanya sebagai kekuatan militer saja, tapi kekuatan yang menopang seluruh kelangsungan bangsa ini,” katanya.

Mengenai teknologi pertahanan yang perlu diperkuat, Yusuf menilai era saat ini didominasi oleh pesawat tanpa awak atau drone yang menggunakan kecerdasan buatan, serta teknologi pertahanan yang lebih terjangkau. Ia menekankan pentingnya pengembangan teknologi yang lebih murah untuk memperkuat kemampuan pertahanan diri dan kedaulatan bangsa.

“Saya kira sekarang di era drones AI, kemudian perang dengan cara lebih murah supaya kita lebih kuat, lebih panjang begitu proses mempertahankan diri dan mempertahankan kedaulatan. Saya kira itu menjadi penting untuk saat ini,” imbuhnya.

Tinggalkan komentar