Jakarta – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mengeluarkan imbauan kepada para pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) mengenai potensi kepadatan penumpang di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, pada Senin sore hingga malam ini. Peningkatan volume penumpang ini diperkirakan terjadi sehubungan dengan digelarnya acara tablig akbar yang menghadirkan Habib Umar bin Hafidz di kawasan Monumen Nasional (Monas).
Dalam pengumuman yang disampaikan melalui akun resmi KAI Commuter di platform Threads pada Senin (12/10/2026), pihak KAI Commuter mengimbau para penumpang, yang akrab disapa #RekanCommuters, untuk senantiasa menjaga ketertiban, keselamatan, dan mematuhi instruksi petugas stasiun. “Apabila kondisi Stasiun Juanda sudah penuh, KAI Commuter akan memberlakukan sistem buka-tutup antrean bagi pengguna yang akan memasuki area stasiun,” demikian bunyi pengumuman tersebut.
Untuk mengantisipasi dan mengurangi potensi kepadatan di Stasiun Juanda, KAI Commuter menyarankan para penumpang, khususnya anak kereta (Anker), untuk mempertimbangkan penggunaan stasiun alternatif. Stasiun-stasiun yang direkomendasikan sebagai alternatif meliputi Stasiun Sawah Besar dan Stasiun Gondangdia.
KAI Commuter juga mengingatkan pentingnya menjaga barang bawaan, berhati-hati selama perjalanan, serta menjadi pengguna yang tertib demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Pengguna juga diimbau untuk selalu memeriksa informasi dan pembaruan terbaru melalui kanal resmi KAI Commuter sebelum memulai perjalanan.
Tablig akbar dan doa bersama untuk Indonesia yang akan dihadiri oleh Habib Umar bin Hafidz dijadwalkan dimulai pada pukul 20.00 WIB di Monas. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dakwah Habib Umar, seorang ulama terkemuka yang berasal dari Yaman.