JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (28/10/2026). Aksi tersebut diprediksi akan memusat di beberapa titik strategis, termasuk gedung DPR/MPR RI, Monumen Nasional (Monas), hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Firman Darmansyah, menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas akan bersifat situasional. “Rekayasa lalu lintas situasional saja. Sudah siap, situasional, terutama jalur Sudirman-Thamrin arah dari selatan menuju utara. Personel yang bertugas khusus Lantas 1.249,” ujar Kombes Firman Darmansyah saat dihubungi pada Rabu.
Informasi yang dihimpun dari akun TMC Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa aksi unjuk rasa tersebut akan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Rekayasa lalu lintas di area sekitar lokasi unjuk rasa akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
“Sehubungan dengan adanya aksi penyampaian pendapat pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB hingga selesai, di kawasan DPR/ MPR RI, Bundaran HI, Monas, dan Tugu Tani, Jakarta Pusat, diperkirakan terjadi kepadatan lalu lintas dan rekayasa arus secara situasional,” demikian bunyi keterangan akun TMC.
Masyarakat pengguna jalan dihimbau untuk menghindari area yang diprediksi akan terdampak kepadatan. Penggunaan rute alternatif, pengaturan waktu perjalanan, serta kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan sangat disarankan untuk kelancaran mobilitas.