JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya tengah menganalisis rekaman kamera sirkuit tertutup (CCTV) guna mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan terhadap koordinator BEM UI, Hafidz Hernanda, yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK). Selain itu, polisi juga melakukan uji laboratorium forensik (labfor) terkait peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengungkap kasus ini. “Saat sekarang masih proses analisa CCTV, ada penambahan beberapa CCTV. Tentunya kita menjamin pasti proses perkara ini, penyelidikan yang dilakukan oleh Ditreskrimum,” ujar Budi di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Budi menegaskan bahwa kepolisian tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan. “Semoga menemukan hasil yang signifikan dan segera mengungkap pelaku serta peristiwa kejadian-kejadian ini. Kita sangat tidak mentolerir kejadian yang menimpa aktivis ataupun salah satu BEM UI ini,” jelasnya.
Untuk mengidentifikasi pelaku, urutan waktu penganiayaan harus dirunut secara cermat. Polisi akan mengolah rekaman CCTV melalui laboratorium digital forensik untuk membangun kronologi yang akurat. “Ya makanya, ini harus disusun. CCTV ini kan diolah melalui laboratorium digital forensik. Ada timeline yang harus kita lihat per jam, kita juga harus menyesuaikan apakah CCTV ini real time? Ini kan juga butuh waktu, berproses,” katanya.
Pihaknya meminta ruang bagi tim penyelidik dan penyidik untuk mendalami kasus ini, termasuk memeriksa keterangan saksi dan barang bukti yang ada. “Makanya kan saya minta beri ruang kepada teman-teman penyelidik dan penyidik untuk mendalami ini, termasuk beberapa keterangan dari saksi-saksi dan barang bukti. Kami juga masih menunggu hasil dari Labfor terkait tentang barang terduga pelaku yang tertinggal,” imbuhnya.
Sebelumnya, Hafidz Hernanda, yang merupakan koordinator BEM UI, diduga menjadi korban penganiayaan oleh OTK hingga terjatuh dari motor di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Polisi menyatakan akan mendalami kasus ini meskipun korban belum secara resmi membuat laporan.
“Terkait adanya kejadian penyerangan salah satu mahasiswa dari BEM UI, ini kita sangat prihatin atas insiden yang terjadi. Tentunya kami dari Polda Metro Jaya akan mendalami peristiwa ini yang kejadian di Tebet,” kata Budi Hermanto.