TANGERANG SELATAN – Dugaan penipuan berkedok pertunjukan musik orkestra ‘Orchestra Experience’ di The Entrance Convention Hall, BSD ICE, Tangerang, Banten, dilaporkan ke pihak kepolisian. Sejumlah penonton mengungkapkan kekecewaan mendalam akibat pembatalan sepihak oleh penyelenggara.
Salah satu penonton, Melyana S, yang datang bersama pacarnya untuk sebuah kejutan, justru harus menelan kekecewaan. Rencana menonton orkestra yang seharusnya menjadi momen spesial itu batal total hanya 45 menit sebelum acara dimulai.
“Sebenarnya awalnya ini merupakan surprise dari pacar saya. Saya sama sekali tidak tahu kalau dia mau mengajak saya menonton orkestra. Saya cuma disuruh siap-siap tanpa diberi tahu mau pergi ke mana,” ujar Melyana saat dihubungi, Selasa (6/10/2026).
Melyana menjelaskan bahwa pacarnya telah membeli tiket VIP seharga Rp 1.038.400. Setibanya di lokasi acara, Melyana melihat banyak penonton lain yang sudah memprotes pembatalan tersebut. Ia menambahkan, tidak ada satupun perwakilan penyelenggara yang terlihat di lokasi.
“Ketika sampai di area venue, ternyata sudah banyak orang yang menunggu di luar. Ada juga beberapa orang yang sudah mulai marah-marah dan mempertanyakan kejelasan acaranya,” tuturnya.
“Saat kami berjalan semakin dekat ke venue, beberapa orang kembali bilang kepada kami bahwa tidak ada pihak EO di lokasi dan tempatnya masih kosong. Dari situ kami baru benar-benar sadar bahwa acaranya memang tidak berjalan seperti yang seharusnya,” imbuhnya.
Berdasarkan informasi dari petugas keamanan, Melyana menyebutkan bahwa pihak penyelenggara baru membayar uang muka atau down payment (DP) sebesar 20% untuk penyewaan venue. Ia juga melihat kondisi venue yang masih kosong tanpa persiapan apapun untuk acara orkestra.
“Di lokasi juga tidak ada pihak EO atau penyelenggara. Yang ada hanya sekuriti, pihak Qubic, serta pihak kepolisian. Beberapa korban terlihat mempertanyakan kejelasan acara dan menyampaikan protes kepada pihak yang berada di lokasi,” jelasnya.
Meskipun menerima email pemberitahuan dari penyelenggara bahwa tiket masih berlaku untuk penjadwalan ulang pertunjukan, Melyana memilih untuk meminta pengembalian dana. Ia dan pacarnya akhirnya memutuskan untuk menikmati malam dengan makan mi tek-tek di pinggir jalan dan berbelanja.
“Akhirnya daripada malamnya ikut berantakan, kami memilih untuk tetap menikmati waktu bersama. Kami makan bakmi tektek di pinggir jalan, lanjut jalan-jalan dan belanja, lalu pulang. Namanya kejadian seperti ini memang tidak ada yang tahu. Kami juga datang dengan niat untuk menikmati acara dan sama sekali tidak menyangka akan mengalami kejadian seperti ini,” tutur Melyana.
Penonton lain, Hartato Tan, menyampaikan kekecewaan serupa terkait pengumuman pembatalan yang mendadak. Ia menggambarkan kondisi aula yang kosong, tidak seperti pertunjukan orkestra.
“Semua persiapan seperti mengasal. Saya juga melihat foto dari yang berhasil masuk dan foto di dalam hanya ada bangku-bangku berjejer yang belum selesai dirapikan. Tidak ada dekorasi apapun. Seperti aula kosong dengan bangku saja,” jelasnya.
Hartato mengaku sudah berusaha menghubungi penyelenggara untuk mengajukan pengembalian dana (refund), namun belum mendapatkan respons. Ia berharap penyelenggara dapat bertanggung jawab atas kejadian ini.
“Sudah saya hubungi sejak kemarin untuk meminta refund. Dan pagi ini saya chat kembali. Namun sampai sekarang tidak ada balasan. Ini bentuk melepas tanggung jawab dengan tidak merespons semua komplain walaupun sebanyak apa pun,” tuturnya.
Melalui akun media sosial resminya, pihak penyelenggara telah mengeluarkan klarifikasi mengenai batalnya gelaran orkestra tersebut. Penyelenggara menyatakan bahwa kegagalan acara disebabkan oleh masalah teknis.
“Kepada para tamu Orchestra Experience. Dengan berat hati kami informasikan bahwa pertunjukan Orchestra Experience di Tangerang yang dijadwalkan hari ini, 4 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB di The Entrance Convention Hall, Q-BIG BSD City (Upper Ground), Tangerang, dibatalkan untuk hari ini dan akan dijadwalkan ulang karena kendala teknis yang tidak terduga,” tulis penyelenggara.
“Kami dengan tulus memohon maaf atas pemberitahuan yang mendadak ini dan atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi, terutama bagi Anda yang telah mempersiapkan diri untuk menghadiri pertunjukan. Tanggal baru dan informasi lebih lanjut mengenai tiket Anda akan segera kami umumkan. Tiket yang telah dibeli tetap berlaku untuk jadwal pertunjukan yang baru, dan kami akan membagikan detailnya segera setelah dikonfirmasi,” imbuhnya.
Polisi Usut Dugaan Penipuan
Pihak kepolisian sendiri telah menerima laporan terkait dugaan penipuan pada pertunjukan musik ‘Orchestra Experience’ yang sedianya digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026, di The Entrance Convention Hall, BSD ICE, Tangerang, namun dibatalkan sepihak.
“Bahwa benar saat ini Polres Tangsel telah menerima laporan polisi terkait dengan kejadian tersebut,” kata Kasi Humas Polres Metro Tangerang Selatan Itu Wahyuni, Senin (5/10).
Ia menambahkan, saat ini penyidik kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait laporan tersebut.
“Saat ini Satreskrim telah melakukan penyelidikan atas peristiwanya, penyidik sedang bekerja,” ucapnya.
Wahyuni membenarkan bahwa pelapor melaporkan dugaan penipuan dan atau penggelapan atas kejadian tersebut. “Penipuan atau penggelapan (laporannya),” bebernya.