PEKANBARU – Pembangunan simpang sebidang di Jalan Arifin Ahmad-Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Kawasan Purna MTQ Pekanbaru, terus dikebut. Proyek ini diharapkan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap perkerasan akhir atau penghamparan base.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), menargetkan simpang sebidang ini dapat difungsikan pada Desember 2026. Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, menyatakan bahwa pengerjaan proyek masih berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Edward optimis jika tidak ada kendala, tahapan pengaspalan jalan akan segera dimulai pada November mendatang. “Saat ini masih berlangsung pekerjaannya. Sesuai target,” kata Edward, Selasa (27/10/2026). Ia berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga simpang sebidang tersebut bisa segera dibuka untuk kendaraan pada akhir tahun ini.
“Mudah-mudahan tidak ada kendala, sehingga Desember bisa kita fungsikan,” ucap Edu, sapaan akrabnya. Pembangunan simpang sebidang ini merupakan salah satu upaya Pemko Pekanbaru untuk mengurai kepadatan lalu lintas di pertemuan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Arifin Ahmad.
Selama ini, kendaraan yang hendak menuju Jalan Arifin Ahmad terpaksa memanfaatkan putaran balik atau U-turn di depan Samsat Riau. Dengan adanya simpang sebidang, pengendara nantinya dapat langsung berbelok menuju Jalan Arifin Ahmad tanpa harus memutar. Pengaturan akses ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan di area U-turn depan Samsat Riau dan putaran balik di depan Koki Sunda.
Pembangunan Simpang Sebidang Jalan Arifin Ahmad-Jalan Jenderal Sudirman ini menelan biaya sekitar Rp7,6 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Riau Mas Bersaudara, dengan pengawasan oleh PT Sandi Arifa Consultant. Masa pelaksanaan proyek ditetapkan selama 180 hari kalender.