Pecah! Polri dan BNN Ungkap Pabrik Sabu 1,2 Ton di Aceh, Selamatkan 6 Juta Anak Bangsa

JAKARTA – Tim gabungan dari Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai berhasil mengungkap laboratorium narkoba rahasia terbesar di Indonesia di Pidie, Aceh. Operasi ini berhasil memutus peredaran narkotika jenis metamfetamin cair sebanyak 1,2 ton.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyatakan bahwa pengungkapan laboratorium tersembunyi ini diperkirakan mampu menyelamatkan 6 juta anak bangsa dari ancaman narkoba.

Laboratorium rahasia tersebut beroperasi di balik dua toko yang disulap menjadi pabrik sabu. Petugas berhasil menyita sekitar 1 ton sabu cair dari lokasi penggerebekan.

Berdasarkan penyelidikan awal, laboratorium di Pidie ini diduga kuat memiliki kaitan dengan jaringan narkoba internasional lintas negara, melibatkan sindikat dari China, Malaysia, dan Indonesia.

Jenderal Suyudi menjelaskan bahwa jika diasumsikan setiap 1 gram sabu dapat dikonsumsi oleh lima orang, maka pembongkaran ini telah menyelamatkan 6 juta generasi muda dari dampak buruk peredaran narkotika. “Kemudian apabila kita asumsikan 1 gram sabu ini dikonsumsi oleh 5 orang, maka kita telah berhasil menyelamatkan 6 juta anak bangsa dari dampak peredaran narkotika,” katanya dalam konferensi pers di Pidie, Aceh, Jumat (23/10/2026).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa produksi narkotika dalam skala besar juga berdampak pada kebutuhan rehabilitasi. Pengungkapan laboratorium ini diperkirakan dapat menekan pengeluaran negara hingga Rp 120 triliun, dengan asumsi biaya rehabilitasi Rp 20 juta per orang. “Yang berikut jika jumlah tersebut dikalkulasikan untuk memenuhi kebutuhan biaya rehabilitasi ya, maka biaya yang harus dikeluarkan oleh negara mencapai Rp 120 triliun dengan asumsi Rp 20 juta per orang untuk masa rehabilitasi selama 6 bulan,” ungkap dia.

Kapolri mengapresiasi kerja sama dan sinergi antara Polri, BNN, dan Bea Cukai, serta dukungan masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa ancaman narkotika sangat nyata dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat adalah benteng pertahanan utama. “Nah, angka-angka fantastis tersebut membuktikan bahwa ancaman narkotika sangatlah nyata sehingga kolaborasi antara seluruh lapisan elemen masyarakat merupakan benteng pertahanan kita yang paling Utama,” ucap dia.

Jenderal Suyudi merinci bahwa laboratorium ini memproduksi sabu jenis terbaik yang dikenal sebagai ‘blue ice’. “Sabu yang bisa dibilang terbaik atau dikenal dengan blue ice ini berhasil kita ungkap berkat kolaborasi, keterpaduan, dan joint operation antar-lembaga, baik Polri, BNN, Bea Cukai, serta didukung oleh masyarakat setempat,” ujar Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Dalam operasi penindakan tersebut, sebanyak 11 orang berhasil diringkus. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang merupakan sarana produksi, di antaranya 60 kaleng Titan Pro, 4 kompor dua tungku, 7 tabung gas 12 kg, 3 mesin cuci untuk pengkristalan, serta 6 unit ponsel milik para pelaku.

“Proses yang mereka lakukan sangat sistematis, sangat terstruktur, dan menunjukkan bahwa jaringan ini dikendalikan oleh ahli kimia berpengalaman,” tegas Suyudi.

Tinggalkan komentar