Papua Terbakar Ribuan Hektare, BNPB Sebut Akses Sulit Jadi Kendala Utama

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Papua. Salah satu kendala signifikan adalah medan yang sulit dijangkau oleh tim pemadam.

Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, melaporkan bahwa total luas lahan yang terdampak kebakaran di Papua mencapai angka 2.393 hektare. Data ini dihimpun berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Pemantauan karhutla di wilayah Papua, kita mendapati ada 2.393 hektare lahan terbakar. Ini kami dapatkan dari laporan BPBD,” ujar Berton dalam sebuah sesi live streaming YouTube BNPB yang membahas pembaruan bencana terkini pada Rabu (28/10/2026).

Lebih lanjut, Berton merinci bahwa Karhutla masih terpantau aktif di Kota Sorong dan Merauke. Khusus di Provinsi Papua Barat Daya, area yang terbakar mencapai 2.131 hektare. Sementara itu, di Papua Tengah tercatat 100 hektare, dan di Papua Selatan seluas 161 hektare.

Fenomena serupa juga terjadi di Raja Ampat, dengan total lahan terbakar mencapai 1.500 hektare. Selain itu, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Makbon juga dilaporkan terbakar seluas lima hektare.

“Pemadaman di sana juga relatif mengalami kesulitan karena memang wilayah ada yang terlalu jauh untuk kita jangkau,” jelas Berton mengenai tantangan di lapangan.

Meskipun demikian, BNPB mencatat adanya kabar baik dengan mulainya musim hujan di beberapa wilayah Papua. Pihak BNPB berharap curah hujan yang meningkat dapat mempercepat proses pemadaman api sekaligus mengurangi dampak kabut asap.

“Hujan dilaporkan mulai turun di beberapa titik di ketiga provinsi tersebut, yang diharapkan dapat membantu meredam pergerakan api dan asap,” tutup Berton.

Tinggalkan komentar