Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/10) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Sebuah mobil Mitsubishi Pajero Sport dilaporkan melaju kencang hingga menabrak seorang pejalan kaki yang merupakan siswa SMP, menyebabkan korban meninggal dunia di tempat. Mobil tersebut juga menabrak dua kendaraan lain yang berada di sekitarnya.
Mobil Pajero Sport berwarna hitam dengan nomor polisi L-1583-FP mengalami kerusakan parah di bagian depan. Pengemudi kendaraan tersebut diketahui berinisial ADPI (26), warga Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Sementara korban yang meninggal dunia adalah ATM (14), seorang siswa SMP yang merupakan warga Mampang Prapatan.
Kepala Satuan (Kasi) Laka Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma, menjelaskan bahwa mobil Pajero tersebut terlibat kecelakaan dengan tiga pihak. Kronologi kejadian bermula ketika kendaraan Pajero Sport melaju dari arah barat menuju timur di Jalan Mampang Prapatan. Sesampainya di dekat Jalan D, mobil tersebut menabrak pejalan kaki berinisial ATM yang sedang berjalan searah di sisi kiri jalan.
Setelah menabrak pejalan kaki, mobil Pajero tersebut kemudian menabrak dua mobil lain. Kendaraan pertama adalah Toyota Avanza bernomor polisi B-1941-DZA yang sedang terparkir di sisi kiri jalan. Selanjutnya, mobil Pajero menabrak mobil Hyundai bernomor polisi B-292-MPU yang dikemudikan oleh ARH (39) dan berjalan searah di depannya.
Akibat dari kecelakaan beruntun ini, tercatat ada tiga korban. ATM, siswa SMP yang tertabrak saat berjalan kaki, meninggal dunia di lokasi kejadian perkara (TKP) karena mengalami luka serius di bagian kepala. Korban sempat dilarikan ke RSUP Fatmawati, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Selain itu, dua pengemudi mobil lainnya juga mengalami luka-luka.
Pasca kejadian, pengemudi Pajero Sport, ADPI, langsung diamankan oleh warga dan kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dalam proses pengamanan tersebut, warga menemukan sejumlah daun kering di dalam mobil Pajero yang diduga merupakan tembakau sintetis atau narkotika jenis lainnya. Temuan ini kemudian viral di media sosial.
Kepala Seksi (Kasie) Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, membenarkan adanya temuan daun kering tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah barang tersebut merupakan ganja atau tembakau sintetis. “Kami belum bisa memastikan siapa pemilik barang itu. Langkah kami, pertama, kami terhadap pengemudi mobil sudah kami lakukan cek urine, hasilnya negatif,” ujar Joko.
Meskipun hasil tes urine pengemudi menunjukkan negatif narkotika, polisi masih terus mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut. Pihak kepolisian juga masih melakukan penyelidikan terkait identitas pengemudi yang disebut-sebut sebagai anak dari seorang purnawirawan TNI, yang informasinya masih didalami lebih lanjut oleh Polres Jakarta Selatan.