Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan 20 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Di antara pihak yang diamankan adalah Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dan Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa dua orang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) BPK, salah satunya adalah Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah. “Jadi pihak-pihak dari ASN BPK ada dua orang. Benar, salah satunya adalah Kepala Perwakilan Jawa Tengah,” ujar Budi kepada wartawan di Gedung KPK, Kamis (15/10/2026).
Hingga saat ini, KPK masih terus mendalami kasus yang melatarbelakangi OTT tersebut. “Nanti masih kami akan dalami dalam permintaan keterangan awal di pemeriksaan beberapa pihak,” ungkap Budi.
Dari total 20 orang yang diamankan, sebanyak 19 orang ditangkap di wilayah Klaten, sementara satu orang lainnya diamankan di Jakarta. Tim KPK juga berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai. Perhitungan sementara, jumlah uang yang diamankan mencapai sekitar Rp 1 miliar.
Sebelumnya, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, juga membenarkan adanya OTT di Klaten yang turut mengamankan Bupati Hamenang Wajar Ismoyo. “Benar KPK mengamankan PN, ASN Pemkab Klaten dan pihak-pihak swasta,” ujar Setyo saat dikonfirmasi wartawan.
Setyo Budiyanto belum merinci lebih lanjut mengenai identitas pihak lain yang diamankan bersama Bupati Hamenang, maupun detail kasus yang sedang diusut dalam OTT ini. Para pihak yang terjaring OTT masih berstatus sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.