JAKARTA – Pemerintah Kota Chongqing, China, menyatakan minatnya untuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, khususnya dalam sektor pendidikan dan pertanian. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dengan Wakil Walikota Chongqing, Jiang Guojie, di Wudu Hotel Chongqing pada Kamis (15/10/2026).
Salah satu proposal utama yang diajukan oleh Pemerintah Kota Chongqing adalah pemberian beasiswa bagi para transmigran Indonesia. Beasiswa ini mencakup jenjang universitas maupun pendidikan vokasi di Chongqing. “Tadi beberapa proposal yang mereka ajukan adalah pemberian beasiswa bagi para transmigran itu untuk bersekolah di Chongqing, baik universitas tingkatannya maupun vokasi. Ini akan kami konkritkan seperti apa alokasinya berapa dan mulai kapan,” ujar Menteri Iftitah.
Menteri Iftitah menjelaskan bahwa para transmigran yang berhasil mendapatkan beasiswa tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia setelah mereka menyelesaikan studi. Kementerian Transmigrasi sendiri tengah merancang program beasiswa yang menekankan prinsip kontribusi timbal balik. “Jadi kalau misalkan mereka mendapatkan beasiswa yang dibuka kerjasamanya dengan Kementerian Transmigrasi, mereka harus melakukan kontribusi kepada negara, tentu saja di kawasan-kawasan transmigrasi,” tegasnya.
Selain menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota Chongqing, Kementrans juga telah berkomunikasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terkait program beasiswa ini. Beberapa pegawai Kementrans juga telah dikirim untuk menempuh pendidikan di Peking University, Beijing, guna mempelajari pembangunan kewilayahan yang komprehensif.
Di sektor pertanian, Pemerintah Kota Chongqing juga menunjukkan ketertarikan untuk bekerja sama. Chongqing, yang dikenal sebagai “kota seribu gunung”, memiliki keterbatasan lahan datar sehingga produksi pertaniannya terbatas. Mereka ingin menjajaki kerja sama dalam komoditas yang dibutuhkan, mulai dari penelitian bersama, investasi, hingga industrialisasi produk pertanian.
Menteri Iftitah telah melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi di Chongqing, termasuk desa percontohan Zhenwugong Village, pusat penelitian teknologi pertanian, dan pabrik pengolahan sampah menjadi energi. Ia berencana untuk mengaplikasikan keberhasilan yang telah dicapai di Chongqing pada kawasan transmigrasi di Indonesia. “Kembali lagi mereka menekankan kalau hanya sekedar memindahkan penduduk, itu tidak akan menjadi satu solusi yang baik. Tapi lebih penting lagi adalah bagaimana hal itu dijadikan sebagai sebuah aset untuk peningkatan produktivitas, untuk melakukan satu proses industrialisasi menyediakan lebih banyak lapangan kerja,” tutup Menteri Iftitah.