Mayat Terbungkus Karung di Tol Bocimi, Awalnya Teman Tidur di Mobil Kini Jadi Pelaku Pembunuhan

Sukabumi – Jajaran Kepolisian Resor Sukabumi berhasil mengungkap kasus penemuan mayat pria tanpa identitas yang ditemukan dalam kondisi terikat dan terbungkus karung di bawah jembatan Tol Bocimi KM 69, Kabupaten Sukabumi. Tiga orang terduga pelaku pembunuhan telah berhasil ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana menyatakan bahwa tabir dari penemuan mayat tersebut telah berhasil terungkap. “Alhamdulillah tabir dari temu mayat tersebut sudah berhasil kita ungkap. Terduga pelaku yang diamankan berjumlah tiga orang dan untuk identitas korban juga sudah diketahui,” katanya.

Korban diketahui bernama Abuzala Baldani (22). Hal yang mengejutkan adalah ketiga pelaku pembunuhan tersebut merupakan rekan sekampung korban. Mereka tega menghabisi nyawa Abuzala saat korban tertidur lelap di dalam mobil.

Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto menjelaskan bahwa motif di balik pembunuhan berencana ini berakar dari rasa sakit hati dan dendam yang mendalam dari para pelaku. Ketiga tersangka yang berinisial AS, AP (atau AD), dan N, ternyata adalah teman dekat sekaligus rekan sesama perantau yang berasal dari daerah yang sama di Sulawesi.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap ketiga tersangka yang sudah saling mengenal, ditemukan informasi bahwa motif dari pembunuhan tersebut yaitu adanya rasa sakit hati dan dendam. Para pelaku merasa kerap dibohongi oleh korban dan menuduh korban sering mengambil barang milik mereka,” ujar Agus.

Untuk melancarkan rencana jahatnya, para pelaku terlebih dahulu berpura-pura menawarkan korban pekerjaan di Bandung. Setelah itu, mereka membuat janji untuk bertemu dan memutuskan untuk berangkat bersama dari Jakarta pada Selasa (22/9) dengan menggunakan mobil.

Saat perjalanan di dalam mobil, Abuzala duduk di jok depan samping kemudi yang dikemudikan oleh tersangka AS. Sementara itu, dua pelaku lainnya, AP dan N, duduk di bangku penumpang baris belakang, mengapit pergerakan korban dari balik sandaran kursi.

Diduga karena kelelahan setelah menempuh perjalanan laut yang cukup jauh, Abuzala tertidur pulas di sandaran kursi depan. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh tersangka AP yang kemudian mengeluarkan tambang dari belakang kursi dan menjerat leher korban hingga akhirnya meninggal dunia.

Tinggalkan komentar