Listrik Batam Padam Total Akibat Petir dan Kelelawar, PLN Investigasi

JAKARTA – Gangguan teknis menjadi penyebab utama pemadaman listrik total atau blackout di Batam, Kepulauan Riau. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyebutkan bahwa jaringan listrik di wilayah tersebut mengalami masalah serius.

Menurut Bahlil, salah satu faktor penyebabnya adalah sambaran petir yang mengganggu jaringan listrik. Selain itu, terdapat pula masalah teknis lainnya yang belum dirinci sepenuhnya. “Iya, ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam itu, Batam ya, Batam. Batam dan ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir dan menurut mereka ya. Dan ada kesalahan teknis lah, kira-kira begitu,” kata Bahlil usai rapat terbatas dengan Presiden di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Bahlil juga mengungkapkan adanya temuan unik lainnya yang menyebabkan gangguan, yaitu terkait hewan. Ia menyebutkan kemungkinan adanya hewan seperti kelelawar yang menyentuh jaringan listrik. “Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena kelelawar atau apa, kira-kira begitu ya,” ujarnya.

Menanggapi dampak pemadaman terhadap masyarakat, Bahlil menyatakan akan segera berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk membahas kompensasi. PLN sebagai pihak pelaksana di lapangan dinilai paling memahami kondisi teknis yang terjadi. “Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN. Karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan ya,” imbuhnya.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) telah mengonfirmasi bahwa aliran listrik di Batam telah pulih sepenuhnya. Perusahaan tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti blackout yang sempat melumpuhkan aktivitas warga. Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN, Suroso Isnandar, menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya berbagai faktor yang perlu diperbaiki.

“Sedang kami telusuri (penyebabnya) secara seksama dan kita tidak menutup kemungkinan berbagai alasan, mana yang harus kita improve,” kata Suroso di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Suroso menambahkan bahwa sebagian besar wilayah Batam telah kembali normal 100 persen, sementara di sebagian wilayah Bintan masih dalam proses pemulihan. Mengenai kompensasi, Suroso menjelaskan bahwa PLN akan mengikuti peraturan yang berlaku jika durasi pemadaman melebihi batas waktu yang ditentukan. Namun, prioritas utama saat ini adalah pemulihan layanan kepada masyarakat.

Tinggalkan komentar