Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, memastikan penyelenggaraan Liga Desa musim 2026-2027 akan menerapkan aturan yang ketat dan adil. Salah satu aturan utama adalah keharusan bagi seluruh peserta untuk merupakan warga asli desa yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) minimal selama dua tahun. Langkah ini diambil untuk mewadahi pengembangan potensi serta kompetensi masyarakat desa, sesuai dengan tujuan rangkaian Hari Desa Nasional 2027.
“Tidak ada pemain naturalisasi, tidak ada pemain bayaran. Jadi minimal 2 tahun ber-KTP desa itu. Enggak boleh pemain cabutan jadi murni dari desa, oleh desa, untuk desa,” tegas Yandri dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (10/10/2026). Pernyataan ini disampaikan saat peluncuran Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2027 dan Kick Off Liga Desa 2026-2027 yang digelar di Lapangan Panglejar Cisomang Barat, Cikalong Wetan, Bandung Barat.
Liga Desa dijadwalkan berlangsung selama empat bulan dan diproyeksikan diikuti oleh lebih dari 20.000 tim. Total hadiah sebesar Rp100.000.000 telah disiapkan, dengan tambahan Rp150.000.000 yang berasal dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Yandri berharap kegiatan ini dapat menjadi stimulan untuk menemukan talenta terbaik dari desa. Ia meyakini bahwa masyarakat desa memiliki potensi besar untuk meraih kesuksesan, termasuk di bidang olahraga, asalkan mendapatkan pendampingan yang tepat. Namun, ia juga menekankan pentingnya nilai kejujuran selama pertandingan berlangsung.
“Bertandinglah secara sportif tidak boleh curang, kita tingkatkan persaudaraan dan keakraban, kita tingkatkan ekonomi di desa dan silaturahmi di desa. Saya pesan 23.000 tim yang akan bertanding empat bulan ke depan mohon jaga sportivitas. Yang menang tidak menyombongkan diri, yang kalah jangan sakit hati. Insyaallah desa di Indonesia akan membanggakan kita semua,” ujar Yandri.
Bupati Bandung Barat, Ritchie Ismail, menyambut baik penyelenggaraan Liga Desa. Ia berharap ajang ini dapat menyulut semangat masyarakat desa dalam memajukan daerahnya, tidak hanya dari sisi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di bidang olahraga.
“Liga Desa bukan hanya tentang pertandingan dan perebutan piala tapi menumbuhkan sportivitas, menemukan potensi atlet desa, meningkatkan semangat olahraga untuk masyarakat desa, dan meningkatkan rasa bangga desa masing-masing,” kata Ritchie.
Sebagai informasi, acara Kick Off Liga Desa ditandai dengan pertandingan antara tim Desa Cisomang Barat melawan Desa Wangunsari. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria, turut hadir dan menyerahkan hadiah. Desa Cisomang Barat keluar sebagai juara pertama dengan skor 1-0, berhak atas hadiah uang tunai Rp10.000.000, sementara Desa Wangunsari sebagai juara kedua menerima Rp7.500.000.