Kolapsnya ‘Sungai Es’ Kolka Tewaskan 125 Orang di Rusia

Sebuah bencana alam mengerikan terjadi di Rusia pada tahun 2002, ketika Gletser Kolka, yang sering disebut sebagai ‘sungai es’, runtuh dan menyebabkan banjir bandang mematikan. Peristiwa tragis ini merenggut nyawa ratusan orang dan menghancurkan beberapa pemukiman.

Bencana tersebut berlokasi di kawasan Pegunungan Kaukasus, Republik Ossetia Utara, Rusia selatan. Pada malam hari tanggal 20 September 2002, sekitar pukul 20.00 waktu setempat, sebuah bongkahan besar batu dan gletser gantung dari lereng utara Gunung Dzhimarai-Khokh tiba-tiba runtuh. Material tersebut jatuh menimpa Gletser Kolka yang berada di bawahnya.

Benturan dahsyat ini menghancurkan Gletser Kolka dan memicu longsoran masif yang diperkirakan memiliki volume lebih dari 100 juta meter kubik. Longsoran ini terdiri dari campuran es, salju, dan batuan yang meluncur dengan kecepatan luar biasa ke Lembah Sungai Genaldon.

Longsoran tersebut melaju sepanjang 18 kilometer dan mencapai kecepatan puncak hingga 180 km/jam. Arus deras material ini menerjang wilayah Karmadon Depression, merusak parah dan menimbun Desa Nizhniy Karmadon serta beberapa permukiman kecil lainnya yang berada di jalur bencana.

Tumpukan material longsoran kemudian tersumbat di celah sempit yang dikenal sebagai Gates of Karmadon. Akibatnya, terbentuklah bendungan alami dengan ketinggian mencapai 130 meter, yang kemudian menciptakan beberapa danau air tawar sementara di belakangnya.

Korban Jiwa dan Evakuasi

Setidaknya 125 orang dinyatakan tewas atau hilang tertimbun di bawah lapisan tebal es dan material batuan yang dibawa oleh longsoran. Proses evakuasi yang dilakukan selanjutnya sangat sulit karena ketebalan material yang menimbun. Hanya sekitar 20 jenazah yang berhasil ditemukan dan dievakuasi selama operasi penyelamatan.

Analisis Penyebab Bencana

Berdasarkan laporan resmi, penyebab langsung dari bencana ini adalah runtuhnya batuan dan gletser gantung dari Gunung Dzhimarai-Khokh yang menghantam Gletser Kolka. Namun, tim peneliti menyimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya peristiwa berskala besar ini.

Salah satu faktor yang diduga berperan adalah kedekatan lokasi kejadian dengan Gunung Kazbek, sebuah gunung api yang saat itu berstatus dorman. Aktivitas panas bumi dan emisi gas belerang (fumarol) di area tersebut diduga telah meningkatkan suhu di dasar gletser. Peningkatan suhu ini menyebabkan pencairan lapisan es bawah dan mengakibatkan terbentuknya kantong-kantong air dalam jumlah besar di bawah gletser.

Selain itu, dua gempa bumi kecil yang tercatat beberapa bulan sebelum bencana diperkirakan telah memperlemah ikatan antara gletser gantung dengan dinding gunung, membuatnya lebih rentan untuk runtuh.

Peristiwa ini secara luas diklasifikasikan sebagai keruntuhan gletser berskala sangat besar, bahkan disebut ‘planetary scale’. Bencana Gletser Kolka ini berbeda dari pergeseran gletser musiman yang umumnya terjadi.

Tinggalkan komentar