Kemendikdasmen Jelaskan Penyetaraan Pendidikan Gibran Setara SMK

JAKARTA – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, memberikan penjelasan mengenai penerbitan surat penyetaraan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di luar negeri. Menurut Gogot, riwayat pendidikan Gibran di luar negeri memiliki kesesuaian dengan program akuntansi dan keuangan pada jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK).

Penjelasan ini disampaikan Gogot dalam sidang di Mahkamah Konstitusi pada Jumat (2/10/2026). Ia menyatakan bahwa permohonan penyetaraan pendidikan Gibran diajukan secara daring pada 6 Agustus 2019. “Mohon izin menyampaikan bahwa jabatan kami 2021, Yang Mulia. Jadi kami membacakan surat ini masuk permohonan tahun 2019 ya. Dokumen hasil belajar yang diterbitkan antara lain SLTP Negeri 1 Surakarta, Indonesia, Orchid Park Secondary School, Singapura, dan UTS Insearch, Australia,” ujar Gogot.

Gogot menjelaskan bahwa tim layanan penyetaraan pada saat itu melakukan verifikasi terhadap kelengkapan dan kesesuaian dokumen sesuai dengan Kepdirjen Nomor 33/MPK/D/KS Tahun 2000 tertanggal 18 Januari Tahun 2018. Dokumen yang dipersyaratkan meliputi pasfoto, paspor, surat keterangan dari perwakilan RI setempat atau perwakilan negara asing di Indonesia, serta surat keterangan dari sekolah asal di luar negeri.

Selain itu, dokumen yang dibutuhkan mencakup ijazah/diploma/sertifikat jika dikeluarkan oleh penyelenggara pendidikan, transkrip nilai, struktur program kurikulum (jika tidak tersedia di situs resmi sekolah), akta kelahiran atau surat kenal lahir, serta rapor kelas 1, 2, dan 3 untuk SMP, SMA, atau SMK, atau scan rapor tiga tahun terakhir untuk SD, tergantung pada jenjang penyetaraan yang diusulkan.

Seluruh berkas permohonan kemudian didistribusikan kepada tim penilai untuk diverifikasi. Penilaian dilakukan berdasarkan keseluruhan riwayat pendidikan Gibran di Orchid Park Secondary School dan UTS Insearch, Australia. Tim penilai menemukan bahwa riwayat pendidikan tersebut memiliki kesesuaian dengan peminatan program keahlian akuntansi dan keuangan pada jenjang SMK di Indonesia.

“Berdasarkan penyandingan mata pelajaran dan learning outcome atau standar kompetensi kelulusan, riwayat pendidikan tersebut dinilai mempunyai kesesuaian dengan peminatan garis miring program keahlian akuntansi dan keuangan pada jenjang sekolah menengah kejuruan atau SMK,” ujarnya.

Hasil penilaian tersebut kemudian dikembalikan kepada tim layanan penyetaraan. Berdasarkan verifikasi, sekolah Gibran di luar negeri dinilai setara dengan tingkat SMK di Indonesia. Surat keterangan penyetaraan diterbitkan pada 6 Agustus 2019 dengan nomor surat 11149/D/D1/KS/2019.

“Pokok isi surat menyatakan bahwa pendidikan pemohon disetarakan dengan peminatan akuntansi dan keuangan, peminatan garis miring keahlian akuntansi dan keuangan pada jenjang SMK,” tutur Gogot.

Gogot menambahkan bahwa sistem pendidikan antarnegara memiliki perbedaan dalam jenjang, durasi belajar, terminologi sertifikat, hingga jalur menuju pendidikan tinggi. Oleh karena itu, penilaian penyetaraan bersifat substantif, yaitu pemerintah menilai apa yang telah ditempuh dan dicapai peserta didik dalam sistem pendidikan asing, lalu mencari ekuivalensinya dalam sistem pendidikan nasional.

Penilaian administratif meliputi urutan dan kesinambungan riwayat pendidikan, dokumen identitas, ijazah jenjang sebelumnya, rapor, sertifikat, dan transkrip. Sementara itu, penilaian substantif membandingkan hasil belajar di luar negeri dengan struktur kurikulum dan kompetensi dalam sistem pendidikan nasional. Rangkaian dokumen menunjukkan keseluruhan perjalanan pendidikan dan kesinambungan hasil belajar objek penilaian dalam lebih dari satu sistem pendidikan.

“Dalam kerangka itulah sertifikat O-Level tidak diposisikan secara otomatis sebagai ijazah SMA Indonesia, melainkan sebagai salah satu bagian dari rekam pendidikan pada jenjang pendidikan menengah,” tuturnya. Tim penilai melihat kelanjutan pendidikan Gibran di UTS Insearch, Australia, sebagai bagian dari lanjutan pendidikan menengah. Mata pelajaran seperti Accounting, Financial Management, Business Law and Ethics, Marketing, Microeconomic, dan Management di UTS Insearch disandingkan setara dengan struktur mata pelajaran SMK bidang akuntansi dan keuangan di Indonesia.

“Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan penyandingan learning outcome atau standar kompetensi kelulusan, riwayat pendidikan tersebut dinilai mempunyai kesesuaian dengan peminatan atau program keahlian akuntansi dan keuangan pada jenjang sekolah menengah kejuruan,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar