Kemarau Ekstrem, Harga Beras di Mahakam Ulu Meroket Hingga Rp 1 Juta per 25 Kg

Mahakam Ulu – Musim kemarau ekstrem telah melumpuhkan pasokan logistik di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur. Kenaikan harga beras hingga menyentuh angka Rp 1 juta untuk ukuran 25 kilogram terjadi akibat surutnya aliran sungai yang menjadi urat nadi transportasi utama masyarakat setempat.

Kondisi ini membuat tiga kampung di bagian hulu kecamatan tersebut terisolasi karena tidak dapat dijangkau melalui jalur darat. Akses satu-satunya adalah melalui sungai menggunakan perahu bermesin, yang perjalanannya memakan waktu beberapa jam melewati riam berarus deras dan bebatuan.

Dir Binmas Polda Kaltim Kombes Arman menjelaskan bahwa akses sungai yang biasanya digunakan untuk distribusi barang kini tidak dapat dilalui. “Sungai surut sekali. Dalam waktu kurang lebih dua minggu inilah jalan daratnya baru bisa ditembus,” ujar Arman.

Sebelumnya, kendaraan hanya mampu mencapai titik tertentu, sementara bantuan logistik harus dilanjutkan dengan perahu kecil. Jalan darat yang rusak akibat tidak adanya perawatan, ditambah jembatan kayu yang hancur saat musim hujan dan badan jalan yang tertutup tumbuhan, membuat akses darat sama sekali tidak bisa dilalui, bahkan oleh sepeda motor.

Keterbatasan akses transportasi ini berimbas langsung pada harga kebutuhan pokok. Arman memaparkan bahwa harga beras ukuran 25 kilogram di Kampung Long Apari mencapai Rp 1 juta. Sementara itu, tabung gas 12 kilogram dijual seharga Rp 750.000 dan tabung 3 kilogram mencapai Rp 300.000 di ibu kota kecamatan.

Meskipun harga melambung tinggi, masyarakat terpaksa tetap membeli kebutuhan pokok tersebut. Sebagian dari mereka juga mengandalkan hasil ladang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Tinggalkan komentar