Kebakaran Ruko Suryakencana Bogor: Polisi Dalami Dugaan Pemicu dari Unggahan Warganet

Polisi masih mendalami penyebab pasti insiden kebakaran yang melalap tiga unit ruko di Jalan Suryakencana, Kota Bogor. Sejumlah narasi beredar di media sosial yang menduga aksi sejumlah pemuda mabuk menjadi pemicu peristiwa tersebut.

Salah satu unggahan di akun Threads @febrinabrigita_ menyampaikan dugaan bahwa kebakaran dipicu oleh ulah anak-anak yang sedang mabuk, serta meminta pihak kepolisian untuk menindaklanjuti dugaan tersebut.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Bogor Tengah Kompol Agus Kukyt Pramos menyatakan bahwa polisi masih dalam proses penyelidikan mendalam. “Terkait hal itu, masih didalami. Masih didalami, karena kan butuh waktu untuk proses penyelidikan,” ujar Agus ketika dimintai tanggapan mengenai narasi viral tersebut.

Agus menambahkan, timnya telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Satreskrim Polresta Bogor Kota setelah api berhasil ditangani oleh tim pemadam kebakaran. Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan mengamankan rekaman CCTV guna mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran.

“Penyebabnya masih proses penyelidikan oleh Reskrim. Iya (amankan CCTV). Semua baket (bahan keterangan) dan petunjuk dilakukan penyelidikan oleh Satreskrim Polresta,” jelasnya.

Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi selama kurang lebih tujuh jam di Jalan Surya Kencana, Kota Bogor, pada dini hari. Api berhasil dipadamkan oleh 15 unit mobil pemadam kebakaran yang bekerja hingga pagi hari.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim menjelaskan bahwa ketiga ruko yang terbakar masing-masing merupakan toko sepeda, toko mainan, dan toko alat tulis. Ia menuturkan, banyaknya barang yang mudah terbakar di dalam toko, seperti baterai sepeda listrik, kembang api di toko mainan, dan kertas di toko alat tulis, mempercepat perambatan api.

Dedie juga menanggapi narasi yang menduga kebakaran dipicu oleh sekelompok pemuda yang tawuran atau bermain kembang api. Menurutnya, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. “Sejauh ini, kami tidak melihat ke arah sana (diduga dipicu sekelompok pemuda main petasan). Tadi saya sudah menanyakan beberapa saksi, kondisinya kemungkinan besar disebabkan oleh korsleting, dan kemudian adanya sepeda listrik berbaterai yang mempercepat proses pembakaran,” ungkap Dedie di lokasi kejadian.

Insiden kebakaran di kawasan kuliner Jalan Suryakencana ini sempat menyebabkan penutupan akses kendaraan selama proses pemadaman. Namun, arus lalu lintas dilaporkan berangsur normal pada siang hari.

KBO Satlantas Polresta Bogor Kota Iptu Lukito membenarkan penutupan jalur tersebut. “Betul tadi (jalur) ditutup kan selama ada proses pemadaman dan akses kendaraan damkar. Untuk saat ini sudah mulai normal lagi, masih ada rekayasa untuk menormalisasi,” ujarnya.

“Jadi, kendaraan umum sudah bisa melintas, tentu dengan pengaturan petugas di lokasi. Ada rekayasa selama proses pemadaman, kendaraan arah Sukasari diarahkan ke Jalan Roda, tembus Gang Aut dan ke arah Sukasari,” imbuhnya.

Kapolsek Bogor Tengah Kompol Agus menambahkan bahwa sejumlah tim pemadam masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan, dan api dinyatakan sudah padam.

Tinggalkan komentar