PIDIE, ACEH – Momen penuh makna terjadi saat Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan rilis pengungkapan laboratorium rahasia narkotika di Pidie, Aceh, pada Jumat (23/10/2026). Di tengah pemaparannya, Jenderal Suyudi menghentikan sementara kegiatan tersebut saat mendengar suara azan berkumandang.
Peristiwa itu terjadi ketika Jenderal Suyudi tengah menjelaskan kronologi pengungkapan laboratorium narkoba yang diduga dikendalikan oleh warga negara asing (WNA). Tiba-tiba, suara azan terdengar jelas, membuat Kapolri seketika berhenti berbicara. Seluruh peserta yang hadir dalam jumpa pers pun hening menunggu hingga kumandang azan selesai.
Tak lama setelah melanjutkan penjelasannya, suara iqamah kembali terdengar dari masjid. Jenderal Suyudi kembali menghentikan pemaparannya hingga lantunan iqamah berakhir. Setelah itu, ia melanjutkan dan menuntaskan seluruh rangkaian sambutannya.
Kehadiran Kapolri di Pidie sendiri dalam rangka merilis pengungkapan kasus besar. Tim gabungan dari Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai berhasil membongkar laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang berlokasi di Pidie, Aceh. Dalam operasi ini, sebanyak 11 orang berhasil diringkus dan 1,2 ton sabu berhasil diamankan.
Sebanyak enam orang diamankan di ruko utama dengan inisial LJ, XM, F, MY, AK, dan AY. Bersamaan dengan itu, tim di lokasi berbeda turut mengamankan lima tersangka lain yang terafiliasi dengan jaringan ini, yaitu RY, RM, RZ, MN, dan B.
Ruko tersebut telah disulap dengan ruangan-ruangan khusus untuk setiap tahapan proses produksi sabu. Fasilitas tersebut dipenuhi bahan kimia berbahaya serta peralatan produksi yang lengkap.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin langsung jumpa pers pengungkapan kasus tersebut di Pidie, Aceh, pada Jumat (23/10). Ia menyebut laboratorium ini memproduksi sabu kualitas blue ice.
“Sabu yang bisa dibilang terbaik atau dikenal dengan blue ice ini berhasil kita ungkap berkat kolaborasi, keterpaduan, dan joint operation antar-lembaga, baik Polri, BNN, Bea Cukai, serta didukung oleh masyarakat setempat,” ujar Suyudi dalam paparannya di lokasi.
“Kita telah berhasil mengungkap hampir 1,2 ton sabu yang tentu nilainya sangat fantastis. Yang paling penting, kita bisa menyelamatkan anak bangsa dari kehancuran yang dapat merusak masa depan anak-anak kita,” tambahnya.
Dari lokasi penggerebekan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti sarana produksi, di antaranya 60 kaleng Titan Pro, 4 kompor 2 tungku, 7 buah tabung gas 12 kg, 3 mesin cuci untuk pengkristalan, serta 6 unit ponsel milik para pelaku.
“Proses yang mereka lakukan sangat sistematis, sangat terstruktur, dan menunjukkan bahwa jaringan ini dikendalikan oleh ahli kimia berpengalaman,” tegas Suyudi.
Dalam kesempatan itu, Suyudi mengingatkan masyarakat, khususnya para pemilik properti sewa, agar lebih waspada dan selektif terhadap calon penyewa ruko atau kontrakan. Ia berpesan agar pemilik properti memastikan penyewa adalah orang yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.