Kapolda Metro Jaya Kampanyekan Polisi Sahabat Anak di SDN Gunung 01

Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto melakukan kunjungan ke SDN Gunung 01, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (12/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Komjen Dadang Hartanto didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Metro Jaya. Ia berinteraksi langsung dengan siswa kelas IC, IIIA, dan VIC, serta para guru dan kepala sekolah.

Melalui sesi tanya jawab, Kapolda mengajak anak-anak untuk berbagi pandangan mereka tentang polisi dan cita-cita masa depan. Jenderal bintang tiga itu menekankan bahwa polisi hadir untuk melindungi dan membantu, memperkenalkan konsep ‘Polisi Sahabat Anak’. Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan, siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar menerima hadiah.

Kapolda juga memberikan motivasi kepada siswa agar tekun belajar dan berani mengejar cita-cita. Ia berbagi tips belajar yang efektif, seperti memperbanyak membaca, membuat rangkuman, berlatih soal, serta membatasi waktu bermain gim. Kedisiplinan, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar ditekankan sebagai bekal penting meraih masa depan.

Dalam materi pencegahan perundungan, siswa diajarkan untuk mengenali tindakan yang menyakiti teman, baik fisik maupun verbal, termasuk melalui media sosial. Anak-anak diingatkan untuk tidak ikut menertawakan korban perundungan, melainkan membantu dengan cara yang aman dan segera melaporkannya kepada guru.

“Bercerita bukan mengadu, tetapi mencari pertolongan,” ujar Kapolda, mendorong anak-anak untuk berani meminta bantuan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya ketika menghadapi kesulitan, tersesat, atau menjadi korban perundungan. Layanan darurat Polisi 110 juga diperkenalkan sebagai sarana bantuan kepolisian, yang dapat dihubungi dengan pendampingan guru atau orang tua.

Kebiasaan penting lainnya yang ditekankan adalah penggunaan helm saat berkendara sepeda motor, baik sebagai pengendara maupun penumpang. Kapolda menjelaskan bahwa helm adalah kebutuhan untuk melindungi kepala dari cedera saat terjadi kecelakaan. Ia juga mengajak anak-anak untuk mengingatkan orang tua agar selalu memakai helm demi keselamatan bersama.

Pembentukan karakter di lingkungan sekolah dan tempat umum juga menjadi fokus, meliputi membiasakan antre, menghormati orang lain, mengingatkan kesalahan dengan cara yang baik, dan menolong teman yang kesulitan. Anak-anak didorong untuk menghargai perbedaan, bermain bersama tanpa diskriminasi, serta berani meminta maaf dan memperbaiki diri.

Kepada para pendidik, Kapolda menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga pembentukan etika, adab, dan kepedulian sosial sejak dini. Keteladanan dan praktik sehari-hari di sekolah sangat penting untuk menanamkan kebiasaan baik ini. Sekolah diharapkan dapat menyediakan ruang aman bagi siswa untuk bercerita dan menindaklanjuti laporan perundungan dengan serius.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan pentingnya dukungan guru dan orang tua agar anak merasa aman untuk menyampaikan masalah dan mendapatkan bantuan yang tepat. “Sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, edukasi ini diharapkan mempererat kerja sama kepolisian, sekolah, dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Setiap anak perlu merasa didengar dan mengetahui bahwa mereka tidak harus menghadapi kesulitan seorang diri,” tutur Budi Hermanto.

Tinggalkan komentar