SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya mencatat pertumbuhan investasi yang positif sepanjang semester I 2026. Realisasi investasi di Kota Pahlawan mencapai Rp 23,608 triliun, melampaui 50 persen dari target tahunan sebesar Rp 44,26 triliun.
Capaian ini menunjukkan geliat aktivitas investasi yang terus bergerak positif, baik dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN), menurut data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan optimisme terhadap capaian tersebut. “Untuk investasi dari target Rp44,26 triliun (2026), kita sudah lebih dari 50 persen di triwulan II,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).
Pemkot Surabaya terus berupaya memperkuat kemudahan pelayanan bagi pelaku usaha. Salah satu langkah strategis adalah penerapan sistem integrasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan kehadiran Klinik Investasi. Sistem ini memungkinkan pemantauan real-time perizinan serta pendampingan investor, mulai dari perhitungan Break Even Point (BEP) hingga estimasi lama pembangunan.
Penerapan AI juga mempermudah pemohon memantau proses perizinan melalui ponsel pintar, memberikan kepastian hukum dan transparansi. “Ketika ada kepastian dan tidak ada biaya di luar ketentuan, trust atau kepercayaan investor akan terbangun. Hasilnya investasi bergerak dan perekonomian Surabaya ikut tumbuh,” tutur Eri.
Pemerintah Kota Surabaya menargetkan realisasi investasi tahun 2026 mencapai sekitar Rp 44 triliun, meningkat dari kisaran Rp 30-40 triliun pada tahun-tahun sebelumnya. Inovasi yang terus dilakukan diharapkan mampu menunjang pencapaian target tersebut.
Eri, yang juga Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), menekankan bahwa investasi tidak hanya diukur dari modal yang masuk, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat. “Ketika investasi masuk, ada pergerakan ekonomi. Mereka membutuhkan pekerja, pekerjanya dari warga Surabaya. Mereka membutuhkan makanan untuk pekerjanya, maka UMKM Surabaya juga ikut bergerak,” jelasnya.
Kepala DPMPTSP Kota Surabaya, Lasidi, menambahkan bahwa realisasi investasi semester I 2026 sebesar Rp 23,608 triliun telah melampaui target semester I yang ditetapkan sebesar Rp 22 triliun.
Nilai investasi tersebut berasal dari 68.840 proyek yang tersebar di berbagai sektor usaha, menunjukkan peningkatan 6,06 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar Rp 22,177 triliun.
Berdasarkan sektor usaha, bidang usaha lainnya menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 7,869 triliun dari 28.186 proyek. Sektor perdagangan dan reparasi menyusul dengan investasi Rp 3,665 triliun dari 30.255 proyek.
Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi mencatat investasi Rp 3,219 triliun dari 1.085 proyek. Sektor jasa lainnya membukukan investasi Rp 3,116 triliun melalui 8.651 proyek, diikuti sektor pertambangan dengan Rp 2,929 triliun dari 75 proyek, serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran senilai Rp 2,806 triliun dari 588 proyek.
Dari sisi jenis penanaman modal, PMDN masih mendominasi investasi Surabaya dengan nilai Rp 21,974 triliun dari 67.625 proyek. Sementara itu, PMA tercatat sebesar Rp 1,633 triliun dari 1.215 proyek.
Untuk investasi PMA, Singapura menjadi negara dengan kontribusi terbesar senilai Rp 409,79 miliar dari 253 proyek. Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berada di posisi berikutnya dengan investasi Rp 365,76 miliar dari 510 proyek, disusul Malaysia Rp 302,42 miliar dari 16 proyek, Korea Selatan Rp 172,35 miliar dari 42 proyek, dan Belanda Rp 136 miliar dari 15 proyek.
Memasuki semester II 2026, DPMPTSP Surabaya menyiapkan strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan. Salah satunya adalah memperkuat pendampingan dan fasilitasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi pelaku usaha melalui berbagai kanal, termasuk bimbingan teknis dan publikasi informasi.
Selain itu, strategi menarik investasi baru terus diperkuat melalui promosi potensi investasi Kota Surabaya, termasuk melalui pameran investasi dan penyediaan IPRO (Investment Project Ready To Offer). DPMPTSP juga memberikan penjelasan peta potensi investasi di setiap kecamatan.
DPMPTSP Surabaya juga berupaya menjaga keberlanjutan investasi dari pelaku usaha yang telah beroperasi dengan mendampingi penyelesaian permasalahan perizinan berusaha. Penghargaan juga diberikan bagi pelaku usaha yang berkontribusi tinggi kepada Kota Surabaya.