Indonesia’s Carbon Market: A US$7.7 Billion Annual Potential

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon (NEK), Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyatakan bahwa pasar karbon di Indonesia memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Zulhas memperkirakan pasar karbon RI berpotensi menghasilkan hingga US$7,7 miliar per tahun.

Potensi besar ini diungkapkan Zulhas dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (6/10). Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat 45 proyek mitigasi lintas sektor yang sedang dalam proses. Sektor energi disebut sebagai kontributor terbesar, dengan proyeksi kredit karbon mencapai 358 juta ton hingga tahun 2030.

Selain itu, Indonesia juga memiliki peluang besar dalam sektor karbon biru. Zulhas menyoroti bahwa rehabilitasi ekosistem pesisir yang dimaksimalkan dapat menghasilkan nilai ekonomi hingga US$909 juta atau setara dengan Rp14 triliun per tahun dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan. Cadangan karbon pesisir dari mangrove dan seagrass saja diprediksi dapat mencapai 3,4 miliar ton.

Zulhas menambahkan bahwa sektor pertanian dan karbon biru diproyeksikan akan menjadi gelombang berikutnya dalam pembiayaan karbon. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada para petani, nelayan, dan masyarakat pesisir.

Pemerintah Indonesia telah memastikan bahwa kerangka regulasi untuk pasar karbon telah tersedia. “Aturannya sudah tersedia, registrinya telah berjalan, proyek-proyek awal sudah terbit, dan koordinasi lintas kementerian telah terbentuk,” jelas Zulhas.

Lebih lanjut, Zulhas mengajak sektor swasta dan mitra internasional untuk berpartisipasi aktif dalam memaksimalkan potensi pasar karbon Indonesia. “Sekarang kami mengundang modal swasta dan mitra internasional untuk bergerak bersama, dengan manfaat yang juga dirasakan masyarakat di tingkat tapak. Mari jadikan pangan dan alam Indonesia sebagai aset yang dapat dibiayai dunia, dan pastikan pembiayaannya kembali kepada mereka yang menjaganya,” tutupnya.

Tinggalkan komentar