Grobogan, Jawa Tengah – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas, pada Rabu (28/10) lalu, mengajak generasi muda Kabupaten Grobogan untuk terus mengasah diri, memperkuat karakter, dan berani mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional. Pesan ini disampaikan dalam sebuah kegiatan kepemudaan yang diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.
Ibas menekankan bahwa generasi muda memiliki peluang besar untuk membentuk masa depan mereka melalui jalur pendidikan, kedisiplinan, kerja keras, serta kemauan yang kuat untuk terus belajar. Ia berpendapat bahwa cita-cita menjadi pengusaha, profesional, pendidik, petani, pekerja industri, hingga pemimpin, semuanya dapat diwujudkan melalui proses dan ikhtiar yang sungguh-sungguh.
“Tidak ada yang instan dalam hidup ini. Semuanya membutuhkan disiplin, baik dalam belajar, meraih ilmu dan wawasan, maupun dalam berperilaku,” ujar Ibas. Ia menambahkan, “Anak-anak muda harus punya semangat, energi, dan keberanian untuk terus maju.”
Ibas juga berpesan kepada para pelajar SMA dan SMK yang hadir untuk mengikuti proses pendidikan dengan baik, menghormati orang tua dan guru, serta memanfaatkan masa muda untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman. Menurutnya, kesuksesan tidak hanya diukur dari ijazah, tetapi juga dari kemampuan mengaplikasikan ilmu, membangun karakter, dan memberikan kontribusi positif bagi orang lain.
Pendidikan dan Keterampilan sebagai Bekal Masa Depan
Lebih lanjut, Ibas menggarisbawahi bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk meningkatkan kualitas hidup dan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda. Ia mendorong para pelajar untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan kemampuan dan aspirasi mereka, seraya mengembangkan keterampilan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja saat ini.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), Ibas mengingatkan pentingnya bagi anak muda untuk senantiasa memperbarui pengetahuan, meningkatkan kompetensi digital, serta membangun daya saing. Ia juga menekankan perlunya sinergi antara pendidikan menengah kejuruan, perguruan tinggi, dan industri agar lulusan memiliki bekal yang memadai sesuai kebutuhan lapangan kerja.
Generasi muda, menurut Ibas, perlu mengidentifikasi potensi dan minat pribadi sejak dini. Bagi yang bercita-cita bekerja di sektor industri, disarankan menempuh pendidikan dan pelatihan yang sesuai. Sementara itu, calon pengusaha perlu mendalami ilmu manajemen usaha, keuangan, investasi, dan pemasaran. Ibas menjelaskan bahwa perkembangan teknologi seharusnya menjadi pendorong untuk terus belajar dan memperkuat kompetensi, bukan alasan untuk berhenti berkarya.
Mendorong Kewirausahaan dan Penciptaan Lapangan Kerja
Selain pendidikan formal, Ibas mendorong pemuda Grobogan untuk mulai merintis usaha secara bertahap, baik dalam skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ekonomi kreatif, pertanian, perkebunan, perikanan, maupun industri manufaktur. Ia menilai potensi daerah, mulai dari sumber daya pertanian hingga sektor pariwisata dan kuliner, dapat menjadi lahan subur bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan kegiatan ekonomi yang produktif.
“Jangan takut untuk memulai. Mulailah dari kecil dan lakukan secara berkelanjutan,” ungkap Ibas. “Yang terpenting adalah terus belajar, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan mengembangkan apa yang sudah kita mulai,” tambahnya.
Ibas juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak. Pendapatan yang diperoleh sebaiknya dialokasikan untuk membantu keluarga, menabung, meningkatkan kemampuan, dan mengembangkan usaha, bukan hanya untuk konsumsi berlebihan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia industri, dan masyarakat juga disorot sebagai kunci untuk memperluas kesempatan kerja serta menyediakan akses pelatihan dan pendampingan bagi generasi muda.
Aktif Berorganisasi dan Menghindari Perilaku Merusak
Ibas mengajak generasi muda untuk aktif terlibat dalam berbagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna, komunitas mahasiswa, kelompok olahraga, serta kegiatan sosial dan lingkungan. Melalui organisasi, pemuda dapat mengasah kemampuan kepemimpinan, membangun kerja sama tim, menumbuhkan kepedulian sosial, dan memperoleh pengalaman berharga untuk masa depan.
Selain itu, Ibas mengingatkan agar generasi muda menjauhi narkoba, perjudian, tawuran, dan perilaku negatif lainnya yang dapat merusak masa depan. Ia menekankan pentingnya menjadi teladan di lingkungan, menghormati orang yang lebih tua, serta menjaga persatuan dan kerukunan dalam masyarakat.
Pemuda, tegas Ibas, tidak cukup hanya menjadi penonton pembangunan. Mereka dapat berpartisipasi aktif dalam mengawal program pendidikan, kesehatan, gizi, pembangunan infrastruktur, penanganan bencana, dan pelestarian lingkungan. Ibas mendorong para pelajar untuk tidak menunda kontribusi hingga dewasa atau memiliki jabatan; kontribusi dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti belajar tekun, aktif berorganisasi, mengembangkan keterampilan, menjaga lingkungan, dan mengawal program positif bagi masyarakat.
Ibas juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan dan waktu yang berbeda dalam meraih kesuksesan. Oleh karena itu, generasi muda perlu terus berusaha tanpa merendahkan orang lain, sembari menjaga semangat untuk tumbuh dan berhasil bersama.
Pemuda Grobogan Diharapkan Mengambil Peran Aktif
Dalam kesempatan itu, Ibas menyoroti potensi Kabupaten Grobogan di sektor pertanian, pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Ia mendorong generasi muda untuk menggali potensi daerah, berinovasi, serta memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan produk lokal, destinasi wisata, dan kekayaan budaya kepada khalayak luas.
Kemajuan daerah, menurut Ibas, sangat membutuhkan generasi muda yang berwawasan luas, kreatif, adaptif, dan memiliki semangat kolaborasi. Peran pemuda juga krusial dalam menjaga kelestarian alam melalui kegiatan penghijauan, perawatan lingkungan, dan pembentukan kebiasaan hidup bersih.
Ibas menekankan bahwa kekayaan daerah harus diiringi dengan upaya nyata untuk pengembangannya. Ia mengajak anak muda Grobogan untuk tidak hanya bangga akan potensi daerahnya, tetapi juga turut serta dalam memperkenalkan dan memajukannya melalui kegiatan kreatif, sosial, dan ekonomi produktif.
Membangun masa depan, Ibas mengingatkan, perlu dimulai dari lingkungan terdekat. Dengan belajar, berorganisasi, mengembangkan keterampilan, dan bekerja sama, generasi muda dapat berkontribusi pada kemajuan desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Ibas juga sempat berinteraksi dengan komunitas olahraga, termasuk pegiat bola voli, dan memberikan tanda tangan pada bola sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan minat dan bakat kaum muda di bidang olahraga. Momen tersebut menambah suasana akrab dalam pertemuan tersebut.
Ia kembali menekankan pentingnya pendidikan dan kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Generasi muda perlu memiliki keberanian bermimpi besar, namun juga dibarengi kedisiplinan, ketekunan, dan langkah nyata agar cita-cita dapat terwujud.
Menutup sambutannya, Ibas mengajak seluruh pemuda Grobogan untuk tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan dan tidak membandingkan perjalanan hidup mereka dengan kesuksesan orang lain, karena setiap individu memiliki proses dan waktu yang berbeda dalam mencapai cita-cita.
“Pemuda bersatu, bergerak, dan berdampak untuk Indonesia yang sama-sama kita cintai. Teruslah belajar, tingkatkan kemampuan, berani memulai, dan jadilah generasi yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkas Ibas.
Dialog dan Aspirasi Pemuda
Dalam sesi dialog, Ibas menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan. Sefano Novaldin Yayati, pelajar bidang Desain Komunikasi Visual (DKV), bertanya mengenai tantangan bagi desainer muda di era maraknya penggunaan AI. Ezky, perwakilan Mas-Mbak Grobogan, mengangkat isu kesenjangan antara pendidikan, kompetensi lulusan, dan kesempatan kerja layak di daerah.
Zidan Eka Samudra, siswa Kelas XI TKJ 2 SMK Yatpi Godong, menanyakan langkah konkret pemerintah bersama pelajar dan Karang Taruna untuk menciptakan ruang berkembang dan kontribusi bagi kemajuan daerah. Nabila Nuraini, perwakilan lain Mas-Mbak Grobogan, menyoroti potensi wisata dan budaya Grobogan, termasuk Gunung Kupu, serta pentingnya pengembangan fasilitas wisata, pelatihan pemuda, dan pemberdayaan UMKM untuk membuka peluang ekonomi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Bringin Jumiyem; Anggota DPR RI Harmusa Oktaviani; Anggota DPRD Provinsi Jateng Triwanto; Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Grobogan sekaligus Anggota DPRD Arif Miftakhul Huda; serta Anggota DPRD Kabupaten Grobogan Bukhori.