Helikopter Water Bombing Dikerahkan Atasi Kebakaran TPA Supiturang Malang

JAKARTA – Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang, Kota Malang, Jawa Timur, terus dilakukan intensif memasuki hari ketiga. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Kristomei Sianturi, menyatakan bahwa pihaknya telah memperkuat operasi dengan menambah satu unit helikopter water bombing yang didatangkan dari Kalimantan Selatan ke Malang.

Selain penguatan udara, tim pemadam kebakaran di darat juga terus bekerja keras. Mereka menggunakan teknik injeksi air langsung ke dalam tumpukan sampah yang terbakar. Pengerahan alat berat seperti ekskavator juga dilakukan untuk mempercepat proses penguraian sampah yang masih menyimpan panas, sehingga mempercepat pendinginan area.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, melaporkan bahwa kondisi titik api di beberapa bagian TPA Supiturang mulai menunjukkan penurunan. Namun, kepulan asap yang masih terlihat menandakan adanya titik panas yang belum sepenuhnya padam.

“Kondisi di zona new landfill sisi timur minim ditemukan titik api. Hanya saja masih ditemukan adanya titik panas ditengarai dari adanya beberapa titik kepulan asap,” ungkap Pandu.

Sementara itu, di zona old landfill sisi barat dan selatan yang berbatasan langsung dengan Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, intensitas titik api juga dilaporkan mulai menurun. Meskipun demikian, sejumlah titik panas masih terdeteksi di area tersebut.

Pandu menjelaskan bahwa titik api dengan intensitas tinggi saat ini masih terpusat di zona old landfill sisi tengah. Kondisi ini membuat tim pemadam memfokuskan penanganan di area tersebut untuk menekan panas sekaligus mengurangi volume kepulan asap yang masih tebal.

Dalam upaya pemadaman ini, sejumlah armada dikerahkan untuk mendukung penuh. Kekuatan yang diturunkan meliputi tiga unit armada dari Damkar Kota Malang, dibantu dua unit armada suplai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), satu unit armada suplai dari Damkar Kabupaten Malang, serta dua unit kendaraan pemadam kebakaran dari unsur militer.

Tinggalkan komentar