Jakarta – Nasib nahas menimpa Samsudin (60) dan Darto, dua tukang las yang berprofesi di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Gerobak las beserta seluruh peralatannya rusak parah akibat kecelakaan beruntun yang diduga dipicu oleh mobil GWM Tank ugal-ugalan pada Rabu (7/10) malam.
Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan satu korban tewas, tetapi juga menghancurkan mata pencaharian kedua tukang las tersebut. Samsudin mengaku kebingungan harus mencari uang dari mana setelah usahanya luluh lantak.
“Ya kalau saya kan namanya tiap hari-harinya memang pencarian saya di situ. Atas kejadian ini kan saya juga bingung juga kan buat nyari uang bagaimana gitu. Saya sih lagi ngarepin pertanggungjawaban dia,” ujar Samsudin.
Hal senada diungkapkan Darto. Ia telah lama membangun usaha dengan gerobak las di lokasi yang sama. Tabrakan tersebut membuat gerobak, tabung gas, dan berbagai peralatan las miliknya rusak total.
“Patah itu, itu kan nahan gas keluar kan. Jadi anginnya keluar tuh kan. Udah patah tuh. Enggak bisa ngapa-ngapain lagi. Ya kan enggak bisa ngapa-ngapain jadinya. Enggak bisa usaha kan, begini,” keluh Darto.
Gerobak las milik Samsudin dan Darto memang biasa ditinggalkan di pinggir jalan, lokasi yang sama di mana kecelakaan maut itu terjadi. Keduanya sangat berharap pelaku tabrakan bertanggung jawab mengganti seluruh peralatan mereka yang rusak.
Darto menambahkan bahwa ia dan Samsudin sudah mendatangi Samsat untuk menanyakan proses penggantian. Namun, mereka diarahkan untuk menunggu karena pelaku tabrakan masih menangani korban tewas.
“Iya tadi barusan saya kan dari samsat katanya masalah penggantian ya kan. Masalah penggantian, katanya saya ke sana sama dia nih boncengan naik motor. Entar tunggu, katanya orangnya lagi nanganin yang meninggal. Kalau udah beres baru dikabari lagi,” pungkas Darto.