Sumba Barat Daya – Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibatnya, puluhan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.
Berdasarkan data sementara dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, setidaknya 20 unit rumah di Kabupaten Sumba Barat Daya terdampak gempa. Rinciannya, 19 unit rumah mengalami rusak ringan dan 1 unit rusak sedang. Kerusakan tersebut tersebar di beberapa desa, meliputi Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.
Selain rumah warga, tiga fasilitas ibadah juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Fasilitas tersebut adalah Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula.
Satu fasilitas pendidikan, yaitu SDK Manu Toghi, serta satu fasilitas umum berupa Balai KB Desa Wallandimu juga tidak luput dari dampak gempa.
Sementara itu, di Kabupaten Sumba Barat, tercatat tiga unit rumah atau asrama Koramil mengalami kerusakan ringan. Dua bangunan KDKMP juga terdampak dengan kondisi plafon jebol dan retak pada tembok.
Selain kerusakan bangunan, gempa bumi tersebut menyebabkan satu orang warga mengalami luka ringan. Korban tertimpa reruntuhan bangunan saat guncangan terjadi dan telah mendapatkan penanganan medis serta menjalani rawat jalan. Tidak ada laporan mengenai korban meninggal dunia maupun luka berat.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Barat, membuat sebagian masyarakat sempat berhamburan keluar rumah. Situasi dilaporkan kembali kondusif setelah guncangan mereda.
Wilayah pesisir bagian barat Pulau Sumba juga dilaporkan merasakan guncangan yang cukup kuat. Hingga kini, belum ada laporan mengenai potensi tsunami.
Posko awal penanganan bencana telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya. Sebanyak 173 personel dari unsur Kodim 1613/Sumba Barat, Kodim 1629/Sumba Barat Daya, dan Yonif TP 930/TT telah disiagakan untuk mendukung pemantauan dan penanganan darurat.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Disarankan pula untuk terus mengikuti informasi resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, serta instansi terkait lainnya. Selain itu, masyarakat diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan tidak memasuki bangunan yang kondisinya belum dinyatakan aman.