Jenderal Suyudi: Dari Kepala BNN Selamatkan 14 Juta Jiwa, Kini Pimpin Polri

Jakarta – Jenderal Suyudi Ario Seto resmi mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Sebelum memegang tampuk pimpinan tertinggi di institusi Polri, Suyudi telah menorehkan prestasi signifikan saat memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).

Salah satu capaian terbesarnya adalah keberhasilan menggagalkan peredaran narkoba cair sebanyak 2,6 ton. Penyelundupan besar ini berhasil diungkap berkat kerja sama tim BNN dengan Bea Cukai dan Polda Kepulauan Riau (Kepri). Operasi penyergapan Kapal MV Ocean Porter tersebut diperkirakan berhasil menyelamatkan jutaan jiwa dari ancaman narkoba.

Menurut Jenderal Suyudi, deteksi awal terhadap kapal tersebut sudah dilakukan oleh BNN sejak tahun 2025. “Berawal dari ketajaman informasi yang didapatkan oleh tim analisis antara Ditintelijen BNN RI dan Ditjen Bea Cukai, kami mendeteksi adanya anomaly record pada kapal Rain Maker sejak Desember 2025,” ungkap Suyudi dalam konferensi pers di Batam, Jumat (21/8).

Kejanggalan rute kapal yang melintas di wilayah strategis Selat Malaka dan Kepulauan Riau tersebut langsung disikapi serius oleh petugas. Suyudi menjelaskan bahwa perairan tersebut kerap menjadi jalur favorit jaringan narkoba internasional.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa 8 drum narkotika cair dengan total berat 1.600 liter, serta sebuah water tank berisi 1.000 liter atau setara 1 ton. Selain itu, 10 kru kapal yang seluruhnya berkewarganegaraan asing turut diamankan. Mereka berinisial AT, ST, YY, KZ, PP, TK, KM, HT, SM, dan TH.

Jenderal Suyudi merinci bahwa pengungkapan kasus ini diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 14,1 juta jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Perhitungan ini didasarkan pada asumsi bahwa satu cartridge narkoba dapat dikonsumsi oleh lima orang.

“Hari ini negara telah berhasil menyelamatkan lebih dari 14,1 juta jiwa, tepatnya 14.130.430 generasi bangsa Indonesia, dari risiko kerusakan neurologis permanen dan kehancuran masa depan,” ujar Suyudi kala itu.

Lebih lanjut, Suyudi menjelaskan bahwa 2,6 ton narkoba cair tersebut berpotensi diolah menjadi sekitar 2,8 juta cartridge vape. Nilai ekonomi dari pengungkapan ini pun sangat fantastis, menggagalkan peredaran uang gelap yang mencapai hampir Rp 8,5 triliun.

“Dengan asumsi harga pasar gelap sebesar Rp 8 juta per cartridge, maka total valuasi ekonomi atau aliran dana gelap yang berhasil kita lumpuhkan mencapai hampir Rp 8,5 triliun, atau tepatnya Rp 8.478.258.000.000,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar