Fokus Ekonomi Lokal, Koperasi Toba Dipercepat Operasionalnya

JAKARTA – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Ferry Juliantono menyepakati langkah-langkah percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Toba. Selain itu, ia juga meresmikan koperasi pemasaran, pusat kajian, dan homestay baru yang bertujuan mendukung pengembangan ekonomi serta pelestarian Danau Toba.

Pernyataan ini disampaikan Ferry setelah berdiskusi langsung dengan seluruh kepala desa dan pengurus KDKMP se-Kabupaten Toba. Kunjungan dilakukan sekaligus peninjauan KDKMP Desa Patane Pasifik Porsea yang diselenggarakan oleh DPP KMDT di Geowisata Pantai Pasifik Porsea (KMDT Center), Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Toba Audi Murphy, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Henra Saragih, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara Yuliani Siregar, Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung, jajaran pengurus DPP KMDT, serta Rektor Universitas HKBP Nommensen Richard.

Menurut Ferry, agenda utama meliputi sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola KDKMP. Pembahasan juga mencakup penempatan manajer profesional, serah terima aset bangunan, serta penyusunan model bisnis dan rencana pengembangan usaha untuk seluruh KDKMP di Toba.

“Bangunan fisik KDKMP adalah milik desa, bukan milik pihak lain. Proses serah terima akan dilakukan secara resmi,” ujar Ferry dalam keterangan tertulisnya.

Ferry juga meresmikan Koperasi Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Pemasaran Sejahtera. Lembaga ini akan berfungsi menyerap, menampung, dan memasarkan hasil produksi dari KDKMP di wilayah tersebut. Tujuannya agar hasil bumi dan kerajinan masyarakat dapat dikelola serta dipasarkan bersama tanpa perantara. Bersamaan dengan itu, pusat kajian di lingkungan KMDT turut diresmikan.

“Tempat ini akan dikembangkan menjadi pusat penelitian, pariwisata, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan yang berfokus pada pelestarian Danau Toba sekaligus peningkatan kesejahteraan warga sekitar,” jelasnya.

Ferry menambahkan, kawasan ini diharapkan menjadi kebanggaan Desa Patane, Toba, bahkan kebanggaan Indonesia. “Semoga menjadi bukti bahwa kesejahteraan dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan,” katanya.

Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus melaporkan, Kabupaten Toba mencatat 243 Koperasi Desa dan 13 Koperasi Kelurahan yang telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, pembangunan fisik telah selesai pada 41 unit, dengan 12 unit di antaranya rampung 100 persen.

“Kami berharap, unit yang telah siap dijadikan percontohan agar pengurus koperasi lainnya memiliki gambaran nyata kemajuan yang bisa dicapai,” tuturnya.

Namun, Murphy mengakui bahwa pengelolaan dan sumber daya manusia di Kabupaten Toba masih sangat minim. Oleh karena itu, percontohan ini dinilai penting agar seluruh pengurus memahami arah dan manfaat koperasi bagi perekonomian masyarakat.

Murphy memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Toba memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Seluruh kepala desa dan pengurus koperasi diminta bersatu dan berkomitmen mengawal pelaksanaan program ini,” ucapnya.

Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung menyambut baik dukungan terhadap pelaksanaan program KDKMP. Ia meyakini program ini akan mewujudkan pemberdayaan nyata bagi masyarakat. “Sehingga di tahun depan, kami meyakini hasil yang baik dan kemajuan yang nyata telah tercapai di Kabupaten Toba,” imbuhnya.

Edison menegaskan keyakinan bahwa arah dan dukungan dari Presiden Prabowo tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat. “Seluruh pihak di daerah berkomitmen mengawal pelaksanaan program agar berjalan lancar dan membawa manfaat langsung bagi warga,” paparnya.

Tinggalkan komentar