Bogor – Warga pengguna kereta api di Stasiun Bojonggede, Jawa Barat, menyuarakan protes atas matinya eskalator di skybridge yang telah berlangsung selama setahun. Bentuk protes dilakukan dengan meletakkan karangan bunga di depan fasilitas yang rusak tersebut.
Karangan bunga tersebut dibawa dan diletakkan oleh sejumlah warga pada Selasa (27/10) malam. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan dan desakan agar pihak yang bertanggung jawab segera memperbaiki eskalator. Fika, salah satu warga yang tergabung dalam #WargaBersuara, menyatakan bahwa aksi ini dilakukan agar pemerintah mengetahui bahwa masyarakat sangat dirugikan atas kerusakan fasilitas tersebut.
“Karena selama ini kami diam saja khawatir dianggap kami tidak masalah dan tidak peduli atas kerusakan yang terjadi, padahal kami semua sangat dirugikan atas adanya kerusakan berbagai fasilitas skybridge terutama eskalatornya,” ujar Fika.
Pantauan di lokasi, karangan bunga dan beberapa bunga satuan berjejer di depan eskalator yang tidak berfungsi, tepatnya di depan gerbang keluar dan masuk stasiun. Karangan bunga tersebut bertuliskan sindiran seperti ‘Warganya Menyala Eskalatornya Mati!!!’ dan ‘Semangat Warga Terus Bergerak Eskalatornya Kapan Bergerak’.
Selain eskalator, warga juga berharap perbaikan fasilitas lain di skybridge. “Harapan kami agar semua fasilitas skybridge segera diperbaiki, terutama eskalatornya. Selain itu kami juga meminta lampu sepanjang skybridge diperbaiki, serta keramik di tangga yang sudah pecah-pecah diperbaiki, karena sudah beberapa orang yang jatuh di sana,” kata warga lainnya, Haqika.
Haqika menambahkan bahwa matinya eskalator sangat merugikan warga. Ia sering melihat orang tua dan ibu hamil kesulitan menaiki tanjakan skybridge. “Kerugiannya warga jadi capek karena harus jalan menanjak, dan banyak orang yang pindah pintu keluar yang seharusnya di skybridge, jadi di jalan pintu keluar Gaperi,” jelasnya.
Dishub Berjanji Segera Perbaiki
Menanggapi aksi protes warga, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor meninjau langsung kondisi eskalator di Skybridge Bojonggede. Pihak Dishub berjanji akan segera memulai perbaikan.
“Insyaallah, dalam minggu ini pengerjaan perbaikan eskalator tersebut sudah mulai dilakukan agar bisa cepat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, di Stasiun Bojonggede, Rabu (28/10/2026).
Bayu menjelaskan bahwa penutupan eskalator dilakukan demi keselamatan warga. Ia menambahkan bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap menggunakan suku cadang yang tersedia, dan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember.
“Jadi kan memang onderdilnya itu, sparepart-nya itu ada yang memang harus diinden, tetapi ada juga yang ready stock istilahnya. Nah sambil menunggu yang inden, kita mulai perbaikan menggunakan sparepart yang sudah ada dulu,” jelas Bayu.
Bayu mengapresiasi perhatian warga dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. “Kami sampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pengguna, khususnya pengguna eskalator Skybridge Bojong Gede. Langkah ini (stop operasional eskalator) juga merupakan antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan,” tuturnya.
Warga Keluhkan Perjalanan Lebih Jauh
Para pengguna kereta api di Stasiun Bojonggede mengaku terganggu dengan matinya eskalator. Mereka terpaksa berjalan kaki dengan jarak tempuh yang jauh lebih panjang.
“Saya asli dari Bojonggede, harapannya saya segera diperbaiki sih ya (eskalator mati). Soalnya, kan sebelumnya itu kita tinggal naik lift atau pakai eskalator langsung ke atas, sekarang jadi jauh jalan kakinya. Jadi sangat terbantu kalau eskalatornya diperbaiki,” kata Jidan.
Jidan memperkirakan jarak tempuh menjadi tiga kali lipat lebih jauh. “Jelas makin jauh, malah jadi tiga kali lipat (jaraknya). Kalau eskalator kan kita langsung ke atas, karena eskalatornya mati sekarang kita jalan menanjak itu, terus memutar tiga kali, jadi jauh banget kan. Tiga kali muternya tiga kali lipat jadinya,” lanjutnya.
Ana (45) menambahkan, kelelahan menjadi konsekuensi lain akibat matinya eskalator. “Iya ini capek banget, atuh, kan kita jadi muter-muter jalannya, tadinya kan naik eskalator, baru jalan kaki lewat skybridge ke terminal,” keluhnya.
Perbaikan Mulai Dilakukan
Pemerintah Kabupaten Bogor telah memulai tahapan perbaikan eskalator di skybridge Stasiun Bojonggede. Proses perbaikan dilakukan secara bertahap karena ketersediaan suku cadang yang masih terbatas.
“Betul, jadi sore hari ini sudah mulai perbaikannya,” kata Bayu Ramawanto.
Dalam video yang diterima, tampak petugas sedang melakukan perbaikan dan mengganti beberapa komponen eskalator. Suku cadang yang sudah tersedia digunakan terlebih dahulu sembari menunggu suku cadang yang harus diinden.
Salah satu warga yang ikut dalam aksi pengiriman karangan bunga, Fika, mengaku senang melihat perbaikan mulai dilakukan. Ia berharap perawatan rutin dilakukan agar kerusakan serupa tidak terulang. “Kami akan kawal selalu pokoknya agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Fika.