JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendorong percepatan pembangunan hunian vertikal bagi aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Jakarta. Menurutnya, pengembangan kota secara horizontal tidak lagi memadai, sehingga Jakarta perlu bertransformasi menjadi kota vertikal.
Airlangga menekankan bahwa konsep kota vertikal akan mempermudah masyarakat, termasuk ASN, untuk tinggal lebih dekat dengan lokasi kerja mereka. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi mobilitas harian.
“Jadi Jakarta itu sebetulnya tidak bisa lagi menjadi flat city. Jakarta itu harus menjadi kota yang naik ke atas semua,” ujar Airlangga di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2028).
Ia menambahkan bahwa aset-aset pemerintah yang tersebar di Jakarta berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan menara hunian bagi ASN. Rencana ini bahkan telah didiskusikan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
“Nah sebetulnya aset-aset pemerintah itu banyak, dan kami bicara juga dengan Menteri Perumahan Rakyat bahwa kita harus membangun tower-tower juga untuk ASN,” ucapnya.
Konsep pembangunan hunian vertikal dinilai sangat efektif untuk Jakarta, sejalan dengan upaya optimalisasi pemanfaatan lahan di tengah kepadatan aktivitas penduduk.
Lebih lanjut, Airlangga menyoroti isu mobilitas di kawasan Jabodetabek yang dihuni sekitar 42 juta penduduk, dengan Jakarta sendiri memiliki 11 juta jiwa. Konektivitas antara Jakarta dan daerah penyangganya perlu diperkuat.
Banyak pekerja, termasuk ASN, yang kini berdomisili di luar Jakarta seperti Bekasi, Depok, dan Bogor. Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat harus menempuh perjalanan panjang untuk bekerja.
“Karena banyak, kebanyakan termasuk pegawai negeri itu tinggalnya di luar Jakarta, di Bekasi, di Depok, Bogor,” katanya.
Airlangga mengungkapkan bahwa sebagian pekerja di Jakarta yang berasal dari wilayah penyangga bahkan harus berangkat sejak pukul 05.00 WIB dan baru kembali ke rumah sekitar pukul 21.00 WIB. Hal ini berdampak pada kualitas interaksi keluarga.
“Jadi mereka tidak punya family living dengan keluarga. Nah ini yang kita berharap ini bisa diselesaikan,” imbuhnya.