Dua Tahun Prabowo-Gibran: Airlangga Nilai Politik dan Ekonomi Stabil

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memasuki tahun kedua. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kondisi politik dan ekonomi selama dua tahun masa pemerintahan berjalan relatif stabil.

“Alhamdulillah, relatif kan situasi stabil. Politik dan ekonomi, serta sosial,” ujar Airlangga kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (19/10/2026).

Meskipun demikian, Airlangga mengakui bahwa masih ada harapan yang perlu dicapai di masa mendatang, terutama dalam hal peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

“Hal yang baru tentu pertumbuhan yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih merata,” tambahnya.

Prabowo dan Gibran secara resmi mulai menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober 2024. Dengan demikian, 20 Oktober 2026 menandai genap dua tahun pemerintahan mereka memimpin Indonesia.

Sebelumnya, Lembaga Poltracking Indonesia merilis hasil survei mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo dan Gibran. Berdasarkan survei tersebut, 55,3% responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah.

Survei Poltracking dilaksanakan pada periode 30 September hingga 7 Oktober 2026. Responden yang dilibatkan adalah warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih, yaitu berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling dengan total 1.220 responden. Survei ini memiliki margin of error sebesar +/-2,9% pada tingkat kepercayaan 95%, dengan wawancara dilakukan secara tatap muka.

Dalam survei tersebut, responden ditanyakan mengenai penilaian terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya menunjukkan bahwa 55,3% responden merasa puas dengan kinerja pemerintah.

Selain itu, lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI) juga merilis hasil survei terbaru terkait kepuasan terhadap pemerintah. Menurut PPI, sebanyak 65,4% responden menyatakan puas atas kinerja pemerintah Prabowo.

Survei PPI ini dilakukan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Metode sampel yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error sekitar 2,83%.

Responden dalam survei PPI ditanyai mengenai tingkat kepuasan mereka terhadap kinerja pemerintah Republik Indonesia, dengan pilihan jawaban sangat puas, puas, tidak puas, atau sangat tidak puas. Hasilnya, total 65,4% responden merasa puas, sementara 32,5% responden merasa tidak puas.

Tinggalkan komentar