Jakarta – Hari ini menandai dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pasangan ini memenangi pemilihan presiden dengan meraih 58,6 persen suara berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) pada Maret 2024. Sejumlah lembaga survei telah merilis hasil pengumpulan data terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan mereka.
Merangkum data dari berbagai sumber, perolehan angka persentase kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran di tahun kedua ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, survei Poltracking mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 78,1 persen. Namun, pada tahun ini, Poltracking melaporkan angka kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah sebesar 55,3 persen.
Survei Poltracking tersebut dilaksanakan pada periode 30 September hingga 7 Oktober 2026, melibatkan responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki hak pilih.
Temuan serupa juga dicatat oleh Parameter Politik Indonesia (PPI). Lembaga ini mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah mencapai 65,4 persen pada tahun ini. “Jika digabungkan yang sangat puas dengan yang puas itu totalnya ada 65,4%. Sementara ada sekitar 32,5% yang menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas dengan kinerja pemerintahan secara umum. Sementara menjawab tidak tahu dan tidak menjawab itu adalah 2,1%,” ujar Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno dalam pemaparan survei secara virtual, Minggu (18/10/2026).
Sementara itu, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) juga merilis hasil survei yang berbeda. SMRC mencatat sebanyak 44,5 persen responden mengaku sangat puas atau cukup puas dengan kinerja Prabowo sebagai presiden.
Meskipun terdapat beragam hasil survei, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Indonesia masih memiliki potensi untuk meningkatkan kekuatan ekonominya. Di tengah potensi penurunan status Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) oleh MSCI, Airlangga menyebutkan bahwa kondisi politik dan ekonomi selama dua tahun pemerintahan berjalan stabil. “Alhamdulillah, relatif kan situasi stabil. Politik dan ekonomi, serta sosial,” kata Airlangga kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Presiden Prabowo Subianto, menanggapi masa jabatannya yang telah memasuki tahun kedua, menyatakan bahwa pemerintah telah bekerja keras. Ia mengklaim bahwa jajaran kabinet terkadang tidak menyadari banyaknya pencapaian yang telah diraih karena fokus pada penyelesaian masalah besar dan menghadapi situasi dunia yang penuh pergolakan. “Kadang dengan kita bekerja keras, dengan kita bekerja sangat padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam 2 tahun pertama kita, karena kita menghadapi masalah besar, kita menghadapi dunia yang penuh pergolakan,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Pertanyaan mengenai sejauh mana strategi politik merangkul yang diterapkan Prabowo dapat membawa kestabilan politik dan pemerintahan di masa depan, serta bagaimana menghadapi gonjang-ganjing politik belakangan ini, akan menjadi fokus diskusi bersama Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro.
Dalam perkembangan lain di daerah, seorang pria berinisial AS ditangkap oleh kepolisian dalam penggerebekan di Desa Purbaya, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. AS diduga sebagai pelaku pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah. Saat hendak diamankan petugas, pria tersebut melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam dan panah. Satu orang berhasil diamankan dalam insiden ini.
“Kegiatan penindakan yang dilakukan oleh kepolisian dalam hal ini Brimob, Polres, dan Polda berkaitan dengan kejadian yang terjadi pada tanggal 12 September, atas perusakan dan pembakaran warung Mi Babi di Parangjoro, Grogol,” kata Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), Selasa (20/10/2026), dikutip dari laporan setempat.
Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan polisi pasca-perusakan dan pembakaran warung Mi Babi Tepi Sawah. Motif pelaku melakukan pembakaran tersebut, serta informasi mengenai apakah pelaku merupakan mantan narapidana terorisme, akan diulas lebih lanjut dalam laporan mendalam.
Menjelang petang, acara ‘detikSore’ akan menghadirkan seorang dalang cilik yang telah mendalami seni pewayangan sejak usia dini. Kitama Arturo, cucu dari Kak Seto Mulyadi, didukung penuh oleh keluarganya dalam menekuni seni pewayangan. Ia berlatih tiga kali dalam sepekan.
Dengan mengenal banyak tokoh dalang kenamaan, Kitama semakin membulatkan tekadnya untuk menjadi dalang profesional. Kisah keseharian seorang dalang dari generasi Alpha ini akan diulas dalam ‘Sunsetalk detikSore’.
Simak berita terbaru dan menarik lainnya dalam program ‘detikSore’.