JAKARTA – Ratusan keluarga di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, masih berupaya bangkit setelah musibah kebakaran yang melanda sepuluh hari lalu. Sebagian dari mereka kini tinggal di tenda pengungsian, sementara yang lain terpaksa menumpang di kediaman kerabat.
Menyikapi kondisi ini, Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah mendistribusikan bantuan logistik senilai Rp 1.426.769.575. Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan esensial, mulai dari perlengkapan tidur, pakaian, peralatan dapur, hingga kebutuhan sekolah bagi anak-anak.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan kebutuhan sehari-hari keluarga yang terdampak tetap terpenuhi. “Rumah mereka terbakar, tapi kebutuhan sehari-hari tidak bisa ikut berhenti. Anak-anak tetap perlu makan, perlu pakaian, perlu perlengkapan sekolah,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis pada Selasa (20/10/2026). Ia menambahkan, “Itu yang harus kita bantu supaya keluarga-keluarga ini bisa perlahan menjalani kehidupan mereka kembali.”
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 15.15 WIB bermula dari lahan di dekat permukiman. Api dengan cepat merambat dipicu oleh angin kencang dan kondisi lingkungan yang kering, diperparah dengan banyaknya rumah berdinding papan yang mudah terbakar.
Hingga Selasa (20/10), tercatat sebanyak 333 keluarga atau 980 jiwa terdampak langsung oleh musibah ini. Sementara itu, 137 keluarga lainnya yang terdiri dari 548 jiwa mengalami dampak tidak langsung. Syukurlah, tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka akibat kejadian tersebut.
Saat ini, sebanyak 80 keluarga atau 286 jiwa masih bertahan di pengungsian terpusat yang berlokasi di lapangan bola Dusun Serdang. Sebagian besar warga lainnya memilih mengungsi ke rumah keluarga terdekat.
Untuk menyediakan hunian sementara, Kemensos telah menyalurkan 86 tenda keluarga dan empat tenda serbaguna. Selain itu, 480 kasur, 504 selimut, 430 tenda gulung, dan 195 paket perlengkapan keluarga turut didistribusikan guna menunjang kenyamanan para pengungsi.
Bantuan logistik ini bersumber dari Gudang Regional Kemensos di Palembang, gudang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta gudang Kabupaten Bangka Tengah.
Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yang terdampak. Dari pendataan yang dilakukan, terdapat 210 anak usia sekolah yang terdiri dari 12 anak PAUD, 163 siswa SD, 23 siswa SMP, dan 12 siswa SMA. Kemensos telah menyalurkan 800 paket makanan anak, 184 paket perlengkapan anak, 100 setel pakaian anak, dan 50 paket perlengkapan sekolah.
Untuk kebutuhan umum, disalurkan pula 100 paket peralatan dapur keluarga, pakaian dewasa, dan perlengkapan ibadah.
Gus Ipul kembali menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pengungsian. “Jangan sampai setelah selamat dari kebakaran, warga justru kesulitan memenuhi kebutuhan paling dasar. Mereka sedang menghadapi situasi yang tidak mudah,” tegasnya. Ia menambahkan, “Kita ingin bantuan yang datang benar-benar bisa digunakan untuk kebutuhan mereka sehari-hari.”
Saat ini, warga secara mandiri telah mendirikan dapur umum dengan memanfaatkan bantuan dari pemerintah daerah. Kebutuhan air bersih pun dipenuhi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bangka Selatan.
Penanganan pasca-kebakaran ini merupakan kolaborasi antara Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinsos Kabupaten Bangka Selatan, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran (damkar), TNI, Polri, PMI, pemerintah setempat, serta masyarakat dan relawan.
Kemensos, melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana.