Drama Perkelahian Berujung Bentrok Antar Kelompok Mahasiswa IAIN Parepare

Peristiwa tak terduga terjadi di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, di mana dua kelompok mahasiswa terlibat bentrokan. Insiden ini diduga dipicu oleh adegan perkelahian dalam sebuah drama yang merupakan bagian dari penutupan kegiatan pengaderan mahasiswa.

Bentrokan tersebut berlangsung di depan Gedung Serbaguna IAIN Parepare, yang berlokasi di Jalan Amal Bakti, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, pada Selasa malam, 6 Oktober. Kelompok yang terlibat dalam kericuhan ini adalah Mispala dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Letta (IPMAL).

Rektor IAIN Parepare, Darmawati, menjelaskan bahwa ketegangan antarmahasiswa ini tidak memiliki pemicu lain yang signifikan. Menurutnya, aksi drama yang awalnya dianggap sebagai candaan justru berlanjut hingga ke luar area acara.

“Kejadiannya sebenarnya itu adalah hal yang tidak signifikan di kampus. Cuma kegiatannya kemarin setelah LKP-KM itu, ada dramanya perkelahian. Sehingga itu memicu sebenarnya,” ujar Darmawati.

Awal perselisihan tersebut memang dianggap hanya sebagai candaan biasa di antara mahasiswa. Namun, situasi berkembang menjadi perselisihan yang sesungguhnya.

“Nah dari situlah awal pemicu baku main-main dengan teman-teman antara Mispala dengan Letta. Tapi pada akhirnya dia kira main-main, (ternyata) betul mengikuti dramanya,” jelasnya.

Menanggapi insiden tersebut, pihak kampus segera mengambil langkah awal dengan memanggil para pengurus dan pembina dari kedua organisasi mahasiswa yang terlibat. Upaya perdamaian awal telah diupayakan sebelum adanya laporan resmi yang diterima.

“Langkah awal itu kita memang memanggil antara pembina, pengurusnya duluan antara ini Letta sama Mispala,” tutur Darmawati.

Situasi dikabarkan semakin memanas ketika pihak luar kampus turut campur tangan dalam perselisihan tersebut. Campur tangan ini diduga memperkeruh suasana dan berujung pada aksi balasan yang terjadi pada malam harinya.

“Sesungguhnya itu bukan pihak mahasiswa murni kami untuk kegiatan itu, karena banyak sekali yang orang lain. Itu salah satu pemicu ya mungkin sehingga terjadi kejadian tadi malam,” ungkap Darmawati.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 IAIN Parepare, Kaharuddin, mengonfirmasi bahwa keributan tersebut pecah pada detik-detik terakhir penutupan acara yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna kampus.

“Jadi kejadiannya itu di hari terakhir, di malam terakhir. Nah kegiatannya itu dilakukan di Gedung Serbaguna kami di IAIN Parepare,” tutur Kaharuddin.

Tinggalkan komentar