JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan kunjungan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta Pusat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat terhadap pasar modal nasional, menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berpotensi menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Dalam kunjungannya pada Jumat (16/10/202?), Dasco didampingi oleh Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dasco menyatakan bahwa DPR memiliki tugas pengawasan terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di pasar saham Indonesia.
“Kami mengawasi kejadian-kejadian yang selama ini ada di bursa dan dalam peristiwa-peristiwa yang kemudian kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam rangka juga mengakomodir pendapat-pendapat dari lembaga-lembaga yang rating internasional,” ujar Dasco.
Dasco menekankan bahwa masukan dari MSCI, meskipun terbit lebih awal dari perkiraan, harus menjadi perhatian BEI untuk melakukan perbaikan. Seharusnya, MSCI baru akan melakukan tinjauan pada bulan November, namun sudah mengeluarkan semacam tinjauan lebih awal. “Termasuk dari MSCI yang seharusnya baru akan melakukan review atau konsentrasi pada bulan November tapi kemudian pada hari tadi itu kemudian sudah mengeluarkan semacam review. Bertepatan dengan sebenarnya bahwa bursa sudah melakukan proses-proses mengakomodir review-review yang sebenarnya baru akan dilakukan bulan November tetapi kemudian dalam hal ini OJK dan bursa sudah melakukan proses-proses tersebut,” jelas Dasco.
Lebih lanjut, Dasco mengungkapkan bahwa koordinasi telah dilakukan bersama pimpinan lembaga keuangan dan penegak hukum terkait pengumuman MSCI terbaru. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pasar saham Indonesia. “Pada hari ini tadi kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan Bu Widy dan Pak Hasan dari OJK, Pak Rosan serta Pak Dony dari Danantara, dan tadi kami juga meminta Kapolri untuk hadir,” pungkasnya.