Chongqing, sebuah metropolis di barat daya Tiongkok, menawarkan pesona unik sebagai ‘The City of Rivers’. Kota ini memadukan sungai-sungai yang mengalir, lanskap perbukitan, dan siluet gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, menciptakan pemandangan yang memukau, terutama saat malam hari.
Perjalanan dari Beijing menuju Bandara Internasional Jiangbei Chongqing memakan waktu sekitar 2 jam 30 menit. Setibanya di bandara, perjalanan menuju pusat kota memakan waktu 30 hingga 40 menit melalui jalan tol. Pemandangan sepanjang jalan memperlihatkan kombinasi pabrik, gedung-gedung, dan pepohonan yang rindang.
Memasuki pusat kota, Chongqing menampilkan tata kota yang teratur dengan gedung-gedung tinggi yang tersusun rapi, diselingi oleh elemen hijau dari pepohonan. Jalan layang bertingkat-tingkat menambah dinamisme pemandangan lalu lintas di persimpangan kota.
Pada musim gugur, suhu siang hari berkisar antara 22-24 derajat Celsius, turun menjadi 18-20 derajat Celsius di malam hari. Langit yang berawan dan berkabut tipis menyelimuti kota saat kedatangan, memberikan nuansa tersendiri.
Tentang Kota Chongqing
Chongqing merupakan pusat ekonomi vital di Tiongkok barat daya, berlokasi di hulu Sungai Yangtze yang membentang sepanjang 691 km melintasi kota. Bagi pengunjung yang ingin mendalami sejarahnya, Chongqing Planning Exhibition Gallery menjadi destinasi yang informatif.
Dengan luas wilayah sekitar 82.400 kilometer persegi, Chongqing terbagi menjadi 37 distrik dan kabupaten. Kota ini dihuni oleh 31,873 juta jiwa dengan tingkat urbanisasi mencapai 73,02%. Selain julukan ‘The City of Rivers’, Chongqing juga dikenal sebagai ‘Mountain City’ karena 75% wilayahnya didominasi oleh perbukitan.
Pertemuan Sungai Yangtze dengan sungai-sungai lain seperti Sungai Jialing dan Sungai Wujiang membentuk lanskap geografis yang kaya akan jembatan. Keindahan jembatan-jembatan ini semakin menonjol di malam hari berkat tata cahaya yang memukau.
Gedung-gedung tinggi berdiri megah di kawasan perbukitan, menciptakan pemandangan urban yang unik. Jalanan kota dipenuhi oleh deretan toko dan pedagang kuliner yang menawarkan sensasi tersendiri.
Sensasi Night Sailing di Chongqing
Pusat Kota Chongqing terletak di semenanjung yang dibentuk oleh pertemuan Sungai Yangtze dan Sungai Jialing, menawarkan potensi wisata pelayaran kapal yang dimanfaatkan secara optimal.
Pengalaman ‘Chongqing Two Rivers Night Cruise’ menyusuri Sungai Yangtze dan Sungai Jialing selama 40 menit menyuguhkan pemandangan kota yang menakjubkan. Kilauan lampu gedung dan jalanan kota memantul di permukaan sungai, menciptakan panorama malam yang tak terlupakan.
Dari atas kapal, kompleks Hongyadong yang menampilkan arsitektur tradisional Tiongkok di sepanjang lereng sungai, terlihat begitu memesona dengan gemerlap lampunya. Jembatan Qiansimen dan Dongshuimen yang dihiasi pencahayaan warna-warni menambah kemegahan pemandangan malam.
Pelayaran juga melewati Chongqing Grand Theatre, kompleks pencakar langit Raffles City Chongqing, serta deretan gedung modern di kawasan Nanbin Road. Keindahan ini menegaskan julukan Chongqing sebagai kota yang benar-benar menyala di malam hari.
Setelah pelayaran, pengunjung dapat menikmati hidangan di kawasan kuliner Hongyadong sambil menyaksikan lalu lalang kapal di sungai.
Kereta Monorel Menerobos Gedung
Chongqing menyediakan beragam moda transportasi, termasuk kereta monorel, bus, dan taksi. Salah satu atraksi transportasi paling terkenal adalah jalur monorel yang menembus gedung apartemen di Stasiun Liziba.
Kawasan Stasiun Liziba menjadi ramai dikunjungi wisatawan yang ingin mengabadikan momen unik kereta yang keluar masuk gedung. Lalu lintas di sekitar lokasi terkadang tersendat akibat keramaian pengunjung.
Selain itu, Chongqing juga memiliki destinasi bersejarah lainnya seperti kota tua Ciqikou Ancient Town yang terletak di tepi Sungai Jialing di Distrik Shapingba.