Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan waktu masuknya musim hujan di Indonesia mengalami sedikit kemunduran dari biasanya. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa fenomena El Nino yang kuat pada periode kemarau kali ini menjadi salah satu penyebabnya.
Menurut prediksi BMKG, musim hujan diperkirakan akan mulai terasa intensitasnya pada bulan November hingga Desember 2026. Pada fase awal ini, curah hujan yang turun diprediksi berada pada intensitas normal.
Namun, puncak musim hujan diprediksi akan terjadi dalam kurun waktu tiga bulan, yaitu Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027. “Sifat hujannya normal, artinya curah hujan yang akan jatuh sama dengan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, tapi periodenya lebih pendek,” jelas Faisal.
BMKG memberikan catatan penting bahwa pada periode puncak tersebut, potensi terjadinya hujan lebat, sangat lebat, hingga hujan ekstrem akan lebih sering terjadi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi basah.
“Sehingga nanti akan terjadi hujan lebat, sangat lebat hingga hujan ekstrem lebih sering di akhir tahun hingga awal tahun depan. Sehingga bencana meteorologi basah, yaitu banjir, longsor, itu juga perlu kita antisipasi dari mulai sekarang,” tegas Faisal. Ia mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk mulai melakukan antisipasi terhadap potensi banjir dan longsor sejak dini.