Bioflok dan RAS: Kunci Sukses Budidaya Ikan Modern

JAKARTA – Budidaya ikan modern terus berinovasi untuk meningkatkan produktivitas dengan fokus pada efisiensi penggunaan air dan kualitas lingkungan pemeliharaan. Dua teknologi unggulan yang kini banyak diadopsi adalah bioflok (Biofloc Technology/BFT) dan Recirculating Aquaculture System (RAS).

Kedua sistem ini menawarkan pendekatan berbeda dalam menjaga kualitas air dan mengelola limbah budidaya. “Keduanya menawarkan pendekatan berbeda dalam menjaga kualitas air dan mengelola limbah budidaya,” kata pihak Marketing PT Maha Tirta Utama, Bambang, Senin (12/10/2026).

Bambang menjelaskan bahwa bioflok memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk mengolah limbah organik, sementara RAS menggunakan sistem pengolahan yang menyaring dan mendaur ulang air kolam. “Meski memiliki mekanisme yang berbeda, kedua teknologi tersebut memiliki satu kebutuhan penting, yakni suplai oksigen dan sirkulasi yang memadai,” ujarnya.

Cara Kerja Teknologi Bioflok

Teknologi bioflok bekerja dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mengelola limbah yang berasal dari sisa pakan dan kotoran ikan. Bakteri dalam sistem ini akan mengolah sumber karbon dan nitrogen menjadi kumpulan biomassa mikroba yang disebut floc.

Prosesnya dimulai dari pemberian pakan yang menghasilkan limbah organik. Mikroorganisme kemudian mengolah limbah tersebut dengan memanfaatkan sumber karbon dan senyawa nitrogen untuk membentuk biomassa mikroba. Aerasi yang terus-menerus disalurkan ke dalam kolam berfungsi untuk memenuhi kebutuhan oksigen sekaligus menjaga agar floc tidak mengendap di dasar kolam. Dengan demikian, pertumbuhan ikan dapat terkelola dengan baik melalui terjaganya kualitas air dan pemanfaatan nutrisi.

Komponen Utama Sistem RAS

Recirculating Aquaculture System (RAS) adalah sistem yang mengolah air dari kolam melalui serangkaian unit penyaringan sebelum dikembalikan untuk digunakan kembali, sehingga mengurangi frekuensi penggantian air secara drastis. Sistem RAS umumnya terdiri dari beberapa komponen kunci.

Komponen tersebut meliputi kolam pemeliharaan yang disesuaikan kapasitasnya, filter mekanis untuk memisahkan padatan, biofilter sebagai tempat tumbuhnya mikroorganisme pengubah amonia menjadi nitrat, sistem aerasi dan oksigenasi untuk memenuhi kebutuhan oksigen ikan dan mikroorganisme, serta pompa sirkulasi air yang mengalirkan air menuju unit pengolahan dan mengembalikannya ke kolam.

Bambang menambahkan bahwa bioflok dan RAS dapat dikombinasikan, namun rancangannya harus mempertimbangkan karakteristik flok agar pemisahan padatan berlebihan tidak membuang biomassa mikroba yang penting. “Namun, rancangannya perlu mempertimbangkan karakteristik flok karena pemisahan padatan berlebihan dapat membuang biomassa mikroba yang ingin dipertahankan,” jelasnya.

Alasan Pompa Udara Menjadi Komponen Vital

Keberadaan pompa udara sangat krusial untuk menunjang kedua sistem tersebut. Pompa udara berperan penting dalam menjaga kadar oksigen terlarut yang dibutuhkan ikan dan mikroorganisme untuk proses biologis. Selain itu, pompa udara membantu menjaga pergerakan air agar flok dalam sistem bioflok tidak mengendap, mendukung kelancaran komponen filtrasi dan sirkulasi pada RAS, serta mencegah penurunan kadar oksigen ekstrem pada kolam dengan kepadatan tebar tinggi.

Cara Memilih Pompa Udara yang Tepat

Pemilihan pompa udara tidak hanya didasarkan pada luas kolam, tetapi juga memerlukan pertimbangan faktor teknis lainnya. Kebutuhan oksigen yang dipengaruhi oleh jenis ikan, biomassa, jumlah pakan, dan aktivitas mikroba menjadi faktor utama. Kapasitas udara pompa harus mencukupi kebutuhan sistem pada kondisi operasi aktual, begitu pula dengan tekanan kerja yang dipengaruhi kedalaman diffuser dan hambatan pipa.

Pola operasi yang memastikan pompa dapat beroperasi secara kontinu, serta pertimbangan konsumsi listrik dan kemudahan perawatan, juga menjadi aspek penting untuk efisiensi biaya operasional. PT Yasunaga Indonesia, melalui distributor resminya PT Maha Tirta Utama, menghadirkan pompa udara berteknologi linear diaphragm dengan berbagai model yang dirancang tanpa pelumas (oil-less), minim kebisingan, dan getaran rendah.

“Yasunaga menyediakan beragam model sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Pemilihan tipe pompa harus ditentukan berdasarkan debit udara pada tekanan kerja aktual,” terang Bambang.

Pada akhirnya, keberhasilan budidaya ikan sangat bergantung pada pemantauan parameter air secara berkala seperti suhu, pH, dan amonia. “Keberhasilan budidaya bukan hanya tentang bagaimana ikan diberi pakan, tetapi juga bagaimana kualitas air dan suplai oksigen dijaga setiap saat,” pungkas Bambang.

Tinggalkan komentar