DEPOK – Perselisihan antara dua warga di Jatijajar, Depok, berujung pada tindakan pemagaran akses jalan. Sengketa yang dipicu oleh asap pembakaran sampah ini melibatkan warga RT 7 dan penghuni Perumahan Zenix Cimanggis.
Menurut Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan, insiden bermula pada Selasa (29/9). Warga RT 7 berinisial S membakar sampah di kebunnya. Asap dari pembakaran tersebut diketahui menyebar hingga ke area Perumahan Zenix Cimanggis, tempat tinggal warga berinisial A.
“Penghuni Perumahan Zenix Cimanggis atas nama Bapak A merasa terganggu dengan asap pembakaran sampah tersebut,” ujar AKP Hendra dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).
Permasalahan ini kemudian diunggah oleh warga Perumahan Zenix Cimanggis ke media sosial. Unggahan tersebut dinilai oleh warga RT 7 sebagai tindakan yang menyudutkan dan merugikan. Tim Maung Kota Depok melakukan pengecekan dan tidak menemukan masalah lebih lanjut karena pembakaran sampah hanya bersifat insidental.
“Akibat permasalahan tersebut diunggah ke media sosial, pihak keluarga Bapak S merasa tidak nyaman dan terganggu. Pihak keluarga S meminta A untuk menghapus atau melakukan take down terhadap video yang telah diunggah,” ungkapnya.
Namun, pihak penghuni Perumahan Zenix Cimanggis menolak permintaan tersebut. Ketidaksepakatan ini memicu kekecewaan warga RT 7 yang kemudian melakukan pemagaran pada jalan akses menuju Perumahan Zenix Cimanggis.
Kepolisian sempat melakukan upaya mediasi pada Minggu (11/10) siang. Sayangnya, mediasi belum membuahkan hasil karena salah satu pihak tidak hadir. Sekitar pukul 17.00 WIB, A yang hendak pulang dan memasuki kawasan perumahan mendapati akses jalan telah dipagar. Kendaraan miliknya ditempatkan di tengah jalan, sehingga menghambat aktivitas warga RT 07.
“Sehingga menghambat aktivitas dan menyulitkan warga RT 07 yang hendak melintas. Kejadian tersebut memicu kemarahan dan emosi warga,” tuturnya.
Menyikapi situasi yang memanas, polisi kembali melakukan mediasi. Dari hasil pertemuan tersebut, kedua belah pihak akhirnya memutuskan untuk berdamai. Pagar yang sempat dipasang pun telah dibuka kembali.
“Sudah selesai mediasi semalam dan diselesaikan damai. Sudah dibuka kembali (pagarnya),” ungkapnya.