Biaya Haji 2027 Disepakati: Jemaah Bayar Sekitar Rp 23 Juta Berkat Subsidi Pemerintah

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mencapai kesepakatan mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Bipih) untuk tahun 2027. Total biaya yang ditetapkan adalah Rp 98.466.351. Namun, beban yang harus ditanggung oleh jemaah akan jauh lebih ringan, yaitu sebesar Rp 54.648.825. Angka ini didukung oleh subsidi sebesar Rp 3 juta dari pemerintah untuk biaya yang dibayarkan jemaah.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, merinci bahwa jumlah pelunasan yang akan dibayarkan oleh jemaah adalah sekitar Rp 23 juta. Angka ini merupakan hasil perhitungan dari total biaya yang ditanggung jemaah sebesar Rp 54,6 juta, dikurangi setoran awal sebesar Rp 25 juta, subsidi pemerintah Rp 3 juta, dan sisa saldo dari nilai manfaat sebesar Rp 3,4 juta.

“Maka pelunasan Bipih jemaah haji tahun 1448 H 2027 M sebesar rata-rata menjadi setelah disubsidi pemerintah menjadi Rp 23.248.825,” ujar Dasco seusai rapat Komisi VIII DPR di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Dasco menambahkan bahwa Bipih yang dibayarkan jemaah tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai pelunasan tahun 2027 tercatat lebih rendah Rp 3,2 juta dari tahun 2026.

“Dibandingkan dengan pelunasan Bipih tahun 1447 h 2026 sebesar Rp 26.433.806, maka mengalami penurunan menjadi Rp 23.248.825. Jadi 3,2 juta lebih rendah dari tahun 2026,” jelasnya.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengonfirmasi bahwa total biaya yang dibayarkan jemaah adalah Rp 48,5 juta. Namun, setelah dikurangi setoran awal hingga subsidi yang diberikan, jumlah pelunasan yang perlu dibayarkan jemaah hanya berkisar Rp 23 juta.

“Rp 23,2 itu kalo ditambah dengan Rp 25 juta yang sudah disetorkan jadi sekitar Rp 48,5 sekian itu,” kata Gus Irfan.

Berikut adalah rincian biaya haji 2027:

  • BPIH: Rp 98.466.351,35
  • Bipih: Rp 54.648.825,00
  • Nilai Manfaat: Rp 43.817.526,35

Dari total Bipih sebesar Rp 54 juta yang harus dibayar jemaah, terdapat pengurangan lebih lanjut dengan rincian sebagai berikut:

  • Setoran awal jemaah: Rp 25.000.000
  • Saldo nilai manfaat di rekening virtual: Rp 3.400.000
  • Subsidi pemerintah: Rp 3.000.000

Dengan demikian, total pelunasan yang dibayarkan oleh jemaah adalah sekitar Rp 23 juta.

Tinggalkan komentar