Bharatu Valdo Tewas Tertembak, Ayah Sebut Anaknya Tulang Punggung Keluarga

Bharatu Laurentius Valdo Fernandez meninggal dunia setelah tertembak di Markas Komando Polairud Baharkam, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Sang ayah, Antonius Fernandez, mengenang putranya sebagai sosok yang diandalkan dalam keluarga.

“Dia sosok yang suka membantu dan muda bergaul. Dia sudah bertugas 6 tahun 7 bulan di Polairud (Tanggerang Selatan). Dia tulang punggung keluarga,” ujar Antonius.

Valdo adalah satu-satunya anak laki-laki dari tiga bersaudara. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi Antonius. “Pertama di Polair, 3 tahun belakangan pindah ke Poludara. Anak laki-laki tunggal. Tidak pernah terpikirkan dengan keadaan seperti ini. Sakitnya luar biasa,” imbuhnya.

Antonius berharap proses hukum terhadap kasus yang merenggut nyawa putranya dapat berjalan dengan baik. Ia menduga peristiwa tersebut merupakan sebuah pembunuhan berencana.

Bharatu Valdo dimakamkan di kampung halamannya di San Dominggo, Flores Timur, pada Minggu (18/10) siang. Tangis keluarga pecah saat upacara pemakaman berlangsung.

Kapolres Flores Timur, AKBP Gede Putra Yase, menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian Bharatu Valdo. Ia menyebut almarhum sebagai anggota Bhayangkara yang berintegritas dan merupakan penopang bagi keluarganya.

“Dia pahlawan terbaik untuk keluarga dan institusi Polri. Kami seluruh jajaran akan mengenang almarhum sebagai Bhayangkara yang berani berintegritas dan penuh kasih,” ujar Gede Putra di sela-sela menghadiri prosesi pemakaman.

Tinggalkan komentar